Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kena PHK, Bunda Ini Cara Memulai Usaha Kecil

Wilda Fajriah , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2020 |15:13 WIB
Kena PHK, Bunda Ini Cara Memulai Usaha Kecil
Perempuan kena PHK (Foto: Pinkvilla)
A
A
A

JAKARTA - Siapun yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pasti akan merasa sedih. Namun sejatinya, jika Anda terkena PHK tidak perlu putus asa, apalagi sampai bunuh diri.

Jika Anda seorang ibu yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, mungkin Anda akan kehilangan sebagian besar penghasilan. Namun Anda akan lebih memiliki waktu untuk anak-anak.

 Ibu-ibu kena PHK

Supaya Anda tetap memiliki penghasilan meskipun usai kena PHK, Anda bisa mencoba menjalankan usaha kecil-kecilan. Namun, sebelum memulai usaha, ada baiknya Anda menyimak cara berikut ini.

1. Mengetahui keunggulan usaha rumahan

Jika seorang ibu bekerja di luar rumah dari jam 9 sampai jam 5 sore, maka sang ibu akan tiba di rumah pada malam hari. Saat ini, anak-anak Anda sudah terlelap. Dengan memiliki usaha rumahan, Anda akan lebih memiliki waktu yang lama bersama anak.

 Baca juga: Ini 3 Hal yang Harus Anda Jaga Usai Di-PHK

Seperti dilansir dari Buku Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga Modal 1 Juta, selain memiliki waktu luang lebih banyak, menjalan usaha kecil-kecilan juga membantu suami menjalankan roda ekonomi keluarga. Bisa jadi saat ini bisnis tersebut kecil, namun siapa sangka beberapa tahun ke depan akan menjadi usaha beromzet jutaan bahkan miliaran.

 Baca juga: Ini Pentingnya Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi

2. Pilih usaha berdasarkan hobi

Sebuah usaha akan lebih menjanjikan jika dilakukan sesuai hobi yang Anda miliki. Jangan menjalankan bisnis yang tidak Anda sukai. Selain menyedot tenaga, hasilnya belum tentu maksimal.

Agar mendapatkan bisnis yang sesuai dengan hobi Anda, Anda harus mengenali potensi diri terlebih dahulu. Buatlah daftar ide dalam sebuah buku catatan untuk membantu menemukan karakter bisnis Anda.

3. Perhatikan tetangga Anda

Dalam bisnis rumahan, konsumen terdekat adalah tetangga kita. Rangkul mereka terlebih dahulu sebelum memulai usaha yang akan Anda jalankan.

Gunakan wadah yang sudah ada seperti pengajian ibu-ibu, arisan RT, atau wadah pertemuan orangtua murid. Sebagai langkah awal, tanyakan apa yang mereka sukai, barang-barang yang sering dibeli, setelah Anda mengetahui, Anda bisa mencoba menjajakan barang yang Anda jual dengan harga promosi.

4. Pentingnya survei pasar

Bisnis sebaiknya dimulai dari hal yang kita gemari. Namun, tak ada salahnya kalau kita memulai dengan melihat kebutuhan lingkungan sekitar. Sebagai langkah awal, lakukan saja bisnis yang sudah ada. Setelah itu, cari cara dan inovasi untuk merangkul pasar lain.

Manfaatkan komunitas yang Anda miliki. Mula-mula perkenalkan salah satu produk Anda di arisan ibu-ibu RT/RW. Lihat respon mereka. Kalau responnya positif, berarti Anda sudah bisa memulai bisnis dengan lancar. Namun jika negatif, terbukalah terhadap kritik.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement