Kemenkormarves Ajak Masyarakat untuk Berinvestasi Syariah

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 17:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 26 320 2219907 kemenkormarves-ajak-masyarakat-untuk-berinvestasi-syariah-twxMJfx7s7.jpg Investasi syariah (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), mengajak seluruh masyarakat untuk menyimpan uang dengan berinvestasi.

Seperti dikutip Instagramnya, Selasa (26/5/2020), Kemenkomarves memberikan penjelasan terkait berbagai macam jenis investasi. Salah satunya dengan investasi syariah.

 Baca juga: 4 Sifat Nabi Muhammad SAW yang Harus Dicontoh dalam Diri Pengusaha

Ini beberapa penjelasan Kemenkomarves terkait investasi sayariah. Seperti deposito bagi hasil, di mana melalui bagi hasil Anda bisa mendepositokan uang ke bank-bank syariah dengan sejumlah nominal yang telah ditentukan dalam suatu perjanjian.

Lalu ada Reksa Dana Syariah, sebenarnya reksa dana termasuk salah satu instrumen investasi yang sesuai syariat islam. Hanya saja perlu ditekankan, jangan sampai ada riba dalam praktiknya. Untuk itu beberapa aset manajemen sengaja membuat produk investasi reksa dana syariah.

 Baca juga: 8 Pelajaran Berdagang dari Sifat Jujur Rasulullah SAW

Kemudian ada Emas, untuk berinvestasi emas. Anda tidak perlu repot melakukan metode tertentu. Cukup mulai tabungan emas dengan membelinya di gerai resmk seperti Antam dan Pegadaian. Ada juga Asuransi Syariah, nasabah yang menginvestasikan dananya melalui asuransi syariah berhak mendapatkan uanganya kembali meskipun belum melewati tenggat jatuh tempo.

Sebab asuransi syariah menggunakan konsep wadiah (titipan), di mana dana akan dikembalikan lagi ke rekening Anda yang telah dipisahkan dari rekening tabarru (donasi).

Ada juga Sedekah, sedekah adalah investadi akhirat yang hukummnya jelas tertuang pada Al Quran. Selain itu Allah telah menjanjikan melipatgandakan rezeki seseorang yang bersedekah (QS. Al Baqarag 261).

Terakhir yakni Properti, dalam konsep syariah investasi tanah atau bangunan termasuk halal. Sebab Anda tidak hanya keuntungan lebih banyak, tapi juga menjual atau menyewakan tanah yang memang dari tahun ke tahun memilliki peningkatan nilai jual dengan sendirinya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini