JAKARTA - Pengusaha dihadapkan dengan kondisi yang berat akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Bisnisnya terdampak bahkan ada yang gulung tikar imbas virus corona.
Tak kuat menahan beban, pengusaha banyak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain PHK, pengusaha juga memilih jalan merumahkan karyawannya.
Baca Juga: PHK 15.000 Karyawan, Renault Masuk Jaring Penyelamatan Pemerintah Prancis
Lalu apa alasan pengusaha lebih memilih merumahkan karyawan?
Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Shinta W Khamdani mengatakan, para pengusaha lebih memilih merumahkan karyawannya karena perusahaan tidak mempunyai cashflow untuk menerapkan prosedur PHK secara resmi.
"Mereka dirumahkan karena pengusaha tidak punya cashflow untuk PHK. Sedangkan kita enggak tahu kapan pandemi ini akan berakhir," ujarnya pada telekonferensi, Jumat (29/5/2020).
Baca Juga: Pengusaha Sebut 6 Juta Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan akibat Corona
Hingga saat ini sudah ada sekitar 6 juta orang yang kehilangan pekerjaannya. "Menurut data yang kami dapat dari asosiasi, sudah ada 6 juta orang yang dirumahkan atau di PHK," katanya.
Shinta mengatakan, tingginya angka pengangguran adalah akibat dari aktivitas masyarakat yang sangat dibatasi. Dampak ekonomi bagi dunia usaha terasa dari atasan hingga bawahan.
"Dunia usaha yang terdampak sejauh ini lebih besar daripada dunia usaha yang terdapat opportunity," ujar Shinta.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.