Bansos dan BLT Dipangkas, dari Rp600.000 Jadi Rp300.000

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 13:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 320 2223875 bansos-dan-blt-dipangkas-dari-rp600-000-jadi-rp300-000-NNQLreBciB.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah menaikkan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat Covid-19 menjadi Rp677,2 triliun dari sebelumnya hanya sebesar Rp641,7 triliun.

Anggaran ini terdiri dari program perlindungan sosial menyangkut program PKH, sembako, Bansos Jabodetabek, Bansos Non-Jabodetabek, Kartu Pra Kerja, diskon listrik diperpanjang jadi 6 bulan dan logistik sembako, BLT Dana Desa. Dengan insentif ini, pemerintah merogoh kocek sebesar Rp203,9 triliun.

Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Naik Jadi Rp677,2 Triliun

Sri Mulyani menjelaskan, akan ada beberapa perubahan pada jumlah bansos tunai maupun BLT yang didapat masyarakat dari Rp600.000 menjadi Rp300.000. Hal ini dikarenakan adanya perpanjangan pemberian bansos dari Juli hingga Desember.

Selain itu, BLT dana desa pun akan diperpanjang hingga September Adapun alokasi untuk BLT dana desa yakni sebesar Rp31,8 triliun.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, periode Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa akan diperpanjang. Sesuai keputusan Presiden, BLT Dana Desa semula 3 bulan, yakni April, Mei Juni, ditambah 3 bulan selanjutnya yakni Juli, Agustus, September.

Baca Juga: BLT Diperpanjang hingga September, Ini Rinciannya

Perpanjangan BLT ini menggunakan anggaran Dana Desa yang tersisa. Tetapi besaran nilainya tidak sama dengan BLT tahap pertama.

"Sudah diputuskan oleh Presiden. Ini diperpanjang menjadi 3 bulan kedua. Jadi total seluruhnya ada 6 bulan. Jika pada periode 3 bulan pertama penerima bantuan menerima dana sebesar Rp600.000 per bulan. Maka di 3 bulan kedua dana yang diterima yakni sebesar Rp300.000 per bulan,” kata dia dalam telekonferensi.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini