JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal inflasi pada minggu pertama bulan Juni 2020 mencapai 0,04% secara month to month (mtm) berdasarkan survei pemantauan. Dengan demikian inflasi secara year on year (yoy) mencapai 1,8%.
"Artinya itu juga lebih rendah dari bulan lalu, dari hasil survei menunjukan kenapa inflasi rendah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (5/6/2020).
Baca Juga: BPS Catat Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978
Perry menjelaskan, berbagai faktor membuat inflasi rendah. Pertama permintaan masyarakat imbas pengaruh PSBB, aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat mengalami penurunan, konsumsi turun dan permintaan lebih rendah.
"Faktor itu menyebabkan faktor rendahnya inflasi," ujarnya.
Faktor lain yang membuat inflasi rendah adalah ketersedian pasokan dan distribusi pangan termasuk koordinasi antara TPI dan TPID dan kredibiltas kebijakan bisa diukur terkendali ekspektasi inflasi.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei atau Ramadhan 2020 hanya sebesar 0,07%. Inflasi itu menjadi inflasi terendah sejak Lebaran 1978.
"Inflasi Lebaran di Mei, terendah sejak 1978. Di mana pada kondisi normal bahwa inflasi biasanya tinggi setiap mau Lebaran," kata Direktur Statistik Harga BPS Nurul Hasanudin pada telekonfrensi, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.