Fakta Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 320 2225658 fakta-inflasi-lebaran-2020-terendah-sejak-1978-sSEVXrctGi.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau pada Mei 2020. Adapun angka inflasi pada Mei 2020 tercatat sebesar 0,07%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,08%. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga lebih rendah karena pada Mei 2019, tercatat sebesar 0,68%.

Pasalnya, inflasi di bulan Ramadhan tersebut dinilai terendah sejak 1978. Maka dari itu, Jakarta, Minggu (7/6/2020), berikut fakta-fakta soal Inflasi Lebaran 2020:

1. Inflasi Mei 2020 sebesar 0,07%

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau pada Mei 2020. Adapun angka inflasi pada Mei 2020 tercatat sebesar 0,07%.

2. Inflasi Mei 2020 Lebih Rendah dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,08%. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga lebih rendah karena pada Mei 2019, tercatat sebesar 0,68%.

"Jadi, kita semua menyadari bahwa situasi tidak biasa karena pandemi ini dan itu menyebabkan pola dari inflasi bulan Ramadan ini sangat tidak biasa. Dan berbeda jauh dengan tahun sebelumnya," ujar Kepala BPS.

3. Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei atau Ramadhan 2020 hanya sebesar 0,07%. Inflasi itu menjadi inflasi terendah sejak Lebaran 1978.

"Inflasi Lebaran di Mei, terendah sejak 1978. Di mana pada kondisi normal bahwa inflasi biasanya tinggi setiap mau Lebaran," kata Direktur Statistik Harga BPS Nurul Hasanudin.

4. Inflasi Turun Imbas Wabah Virus Corona

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut, pelemahan inflasi pada Mei 2020 disebabkan oleh menurunnya sejumlah permintaan terhadap komoditas barang. Hal tersebut terjadi karena pandemi virus Corona.

"Jadi, kita semua menyadari bahwa situasi tidak biasa karena pandemi ini dan itu menyebabkan pola dari inflasi bulan Ramadan ini sangat tidak biasa. Dan berbeda jauh dengan tahun sebelumnya," ungkap dia.

5. Tak Hanya Corona, Ini yang Pengaruhi Inflasi Lebaran 2020

penurunan inflasi yang cukup drastis tak lain juga disebabkan oleh harga komoditas diberbagai negara yang menurun tajam. Selain itu, ada faktor hubungan bilateral antara China dan Amerika Serikat (AS) yang memanas turut mempengaruhi seluruh dunia.

"Kita ketahui harga minyak di berbagai negara mengalami penurunan yang sangat tajam. Kemudian juga diperburuk oleh eskalasi ketegangan hubungan China dan AS," tandas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini