Penerima Insentif Pra Kerja Didominasi Lulusan SMA, Sudah Tepat Sasaran?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 320 2226517 penerima-insentif-pra-kerja-didominasi-lulusan-sma-sudah-tepat-sasaran-47uuH4NsLQ.jpg Kerja (Reuters)

JAKARTA - Project Management Officer (PMO) atau Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja mengumumkan hasil survei penerima manfaat program Kartu Pra Kerja. Survei dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada periode 19 Mei hingga 1 Juni

Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan Sekretariat TNP2k Elan Satriawan mengatakan survei dilakukan kepada sekira 12.000 peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan dan menerima insentif pasca pelatihan. Survey dilakukan dengan bantuan beberapa ahli statistik.

 Baca juga: Covid-19 dan Biaya Mahal Jadi Alasan Pelatihan Kartu Pra Kerja Belum Offline

"Survei diadakan pada batch 1 sampai 3. Periode survei dilakukan pada 19 Mei sampai 1 Juni, kita mendapat bantuan dari ahli statistik," ujarnya dalam telekonferensi, Senin (8/6/2020).

Menurut Elan, survei paling banyak diikuti oleh laki-laki dengan komposisi 66,5% dan perempuan 33,5%. Sementara dari usia penerima manfaat dari 18-68 tahun.

Hasil survei subjektif ini memberikan hasil yang sama dengan gambaran angka pengangguran nasional, di mana paling banyak penerima manfaat berasal dari anak-anak muda lulusan SMK sederajat.

 Baca juga: Batal Dibuka Habis Lebaran, Kapan Pendaftaran Gelombang 4 Kartu Pra Kerja?

"Dari komposisi range usia, kelompok usia di bawah 35 tahun paling dominan, ada 88%. Kalau usia 18-25 tahun sebanyak 47,7% dan 26-35 tahun 38%," ujarnya.

Dari hasil survey, mayoritas penerima manfaat adalah dengan pendidikan SMA dan SMK. Kemudian disusul dengan kelompok pendidikan S1 dan lainya.

"Pendidikan terakhir penerima manfaat didominasi SMA/SMK sederajat 58,93% dan S1 25,27%, kelompok pendidikan lan tidak lebih dari kisaran 5%," ucapnya

Jika melihat data tersebut lanjut Elan, program Kartu Pra Kerja dinilai sudah tepat sasaran. Apalagi program ini juga diperuntukan untuk masyarakat yang terdampak covid-19.

"Saya kira kalau bicara masalah sasaran walau ini terbuka untuk saemua, apa yang ktia lihat dari dominasi penganggur yang menerima Pra Kerja bisa melihat ini porgram tepat sasaran. Karena sebagian besar melaporkan penerima tersebut mereka yang terpengaruh COVID, di PHK, dirumahkan dan sebagainya," kata Panji.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini