Share

Antam Racik Ulang Strategis Bisnis Akibat Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 278 2228290 antam-racik-ulang-strategis-bisnis-akibat-corona-JUB7Tp0JD7.jpg RUPS Antam (Foto: Dokumen Antam)

JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengaku dampak virus corona sangat terasa pada bisnis perusahaan. Oleh karena itu, perseroan berencana untuk melakukan revisi pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020.

Baca Juga: Erick Thohir Rombak Antam, Pejabat BIN Jadi Komisaris 

Direktur Keuangan Antam Anton Herdianto mengatakan, perseroan mendapatkan arahan untuk mengubah RKAP dari induk holding tambang yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau disingkat Inalum. Ada beberapa pertimbangan dari induk perusahaan untuk melakukan perubahan RKAP di tengah pandemi corona ini.

"Sesuai arahan pemegang saham MIND D kami diminta melakukan revisi RKAP 2020 sehubungan dengan covid-19. Ada beberapa hal perimeter yang diberi pemegang saham," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga: Cara Hasilkan Uang dari Youtube dengan Low Budget 

Menurutnya, petunjuk pelaksana revisi RKAP tersebut adalah perubahan nilai kurs dolar terhadap rupiah serta fluktuasi harga minyak dunia dan inflasi. Oleh sebab itu, nilai RKAP 2020 yang sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu akan berubah.

"Kita lakukan penyesuaian kurs berubah sehingga harga minyak berubah. Saat ini kami sedang melakukan permohonan atas RKAP ini. Tentu dr sisi jumlah akan berubah dari sebelumnya," jelasnya.

Menurut Anton, hingga saat ini perseroan masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham. Sehingga dirinya belum bisa mempublikasikan rincian dari perubahan RKAP perseroan.

“Namun, kami belum bisa mempublikasikan laba dan pendapatannya berapa,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Kunto Hendrapawoko mengatakan, kinerja persereoan di awal tahun ini mulai terasa dampaknya akibat virus corona. Mengingat, hasil produksi dari perseroan merupakan komoditas yang dijual di pasar internasional.

"Pandemi ini tidak dapat dipungkuri berdampak pada kinerja terjadi karena bagian komidtas Antam adalah pasar internasionl yang melakukan pembatasan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini