Share

Tung Desem Ungkap Cara Melipatgandakan Pendapatan dan Meminimalisir Pengeluaran

Giri Hartomo, Okezone · Kamis 11 Juni 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 320 2228252 tung-desem-ungkap-cara-melipatgandakan-pendapatan-dan-meminimalisir-pengeluaran-4TTlUFHRmO.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kecerdasan keuangan menjadi salah satu kunci dari kesuksesan seseorang. Sebab, di dalamnnya diajarkan mengenai bagaimana mengelola keuangan dengan baik.

Founder TDW Group Tung Desem Waringin mengatakan prinsip dasar dari mengelola keuangan adalah bagiamana sesorang bisa memisahkan antara pendapatan dan pengeluaran. Keduanya bahkan memiliki rinician yang cukup banyak dan belum diketahui oleh banyak orang.

Baca Juga: Bos Kopi Kenangan Buka-bukaan soal Bisnis di Tengah Covid-19, Kalahkan Starbucks hingga IPO 

Misalnya saja pada kelompok pendapatan, selama ini banyak masyarakat awam yang mengetahuinnya hanya pada satu pendapatan saja yakni gaji. Namun ternyata, pendapatan memiliki tiga jenis.

Sedangkan untuk pengeluaran pun ternyata memiliki empat jenis di dalamnya. Namun yang diketahui selama ini hanya ada satu saja jenis pengeluaran.

"Kecerdasan keuangan kita harus memisahkan pendapatan dan pengeluaran. Pendapatan ada tiga tapi yang kita tahu cuma satu. Pengeluaran ada empat tapi kita yang dikasih taunya cuma satu," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (11/6/2020).

Baca Juga: Cara Hasilkan Uang dari Youtube dengan Low Budget 

Tung Desem Waringin pun merinci jenis pendapatan yang dimaksud. Pertama adalah aktif income yang mana ini berasal dari gaji pokok atau penghasilan hasil keringat sendiri

"Satu aktif income. Kita kerja baru dapet uang," jelasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian yang kedua adalah pasif income yang mana sesorang tidur dan diam pun akan mendapatkan uang. Untuk kelompok pasif income sendiri ada tiga jenis yang pertama adalah paper aset seperti produk reksa dana ataupun saham, dan yang kedua adalah properti seperti kos-kosan, tanah hingga ruko dan yang ketiga adalah bisnis yang bisa berjalan tanpa campur tangan pemilik.

"Paling penting tidur pun datang income pandemi ini terbutk. Pasif income ada tiga. Satu pepper asset, reksa dana bagian dividen, pepper asset berupa ertas saja. Kedua properti. Disewakan, tanah kos kosan, ruko disewakan. Ketiga bisnis jalan tanpa kita," jelas Tung Dasem.

Menurutnya, untuk pasif income ini sangat penting apalagi di tengah situasi corona seperti saat ini. Hampir seluruh sektor terdampak dan bahkan kesulitan mendapatkan uang karena banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kita harus sadar yang paling penting pasif income. Aktif income dijadikan," ucapnya.

Dan jenis income yang ketiga adalah portofolio income. Jenis penghasilan ini contohnya adalah dengan membeli rumah, yang mana jika dibiarkan akan mengalami kenaikan nilai.

"Porotofolio income. Kita tidur aja terjadi kenaikan harga aset. Misalnya kita beli rumah tahun ini, nanti lima tahun ke depan naiknya sudah tinggi," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini