7 Cara Anti-Gagal dalam Memulai Berbisnis, Nomor 3 Dibutuhkan Kreativitas

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 320 2229109 7-cara-anti-gagal-dalam-memulai-berbisnis-nomor-3-dibutuhkan-kreativitas-z6dKKDGq5K.jpg Personal Finance (Reuters)

JAKARTA - Setiap pengusaha harus mempersiapkan secara matang sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai bisnisnya. Hal itu untuk menghindari kegagalan dalam berbisnis yang baru saja dirintisnya.

Oleh karena itu, dalam memulai bisnis dibutuhkan sebuah kesabaran dan waktu yang tidak sedikit untuk mencapai sebuah kesuksesan. Menjalani sebuah usaha memang memiliki sebuah risiko.

 Baca juga: 7 Milenial Bisnis Kedai Kopi, dari Kaesang hingga Bos Kopi Kenangan

Pantang menyerah menjadi sikap yang harus dimiliki bagi pengusaha. Apalagi, saat mengalami kegagalan.

Oleh sebab itu, perlu persiapan-persiapan yang matang dalam memulai bisnis. Mengutip buku '80 Bisnis Laris Balik Modal Kurang dari Setahun' yang ditulis Alistiorini dan Bambang Suharno, berikut persiapan membangun bisnis anti gagal dari berbagai aspek:

1. Aspek Teknologi Informasi

Seiring dengan perkembangan teknologi, ada baiknya memanfaatkan hal tersebut secara maksimal untuk mencari informasi dan referensi sebabanyak-banyaknya mengenai bisnis yang Anda pilih. Ikuti terus perkembangan praktik-praktk bisnis dengan cara browsing di internet ataupun belajar dari perusahaan lainnya.

 Baca juga: Bangkit Setelah Di-PHK, Simak 5 Caranya Step by Step

2. Aspek Pasar

Pelajari dan lakukan penelitian terhadap tren yang berkembang. Ikuti pola pembelian dan pola pikir konsumen terhadap produk yang Anda tawarkan. Tetapkan target pasar serta cari tahu siapa kompetitor Anda dan bagaimana strategi distribusi maupun pemasaran yang akan diterapkan sehingga mampu menggungguli kompetitor.

3. Aspek Produk

Buatlah produk Anda seunik dan seinovatif mungkin dengan penuh kreativitas. Hal ini adalah peluang baik dari sisi marketing karenan meskipun tanpa modal besar, efek dari “buzz marketing” akan memudahkan pemasaran. Jika produk Anda adalah produk kemasan, makanan/minuman, usahakan telah sesuai dengan standar yang berlaku, misalnya terdaftar di BPPOM, MUI, dan Depkes serta tidak menimbulkan efek negatif bagi yang mengonsumsinya.

4. Aspek Legal

Aspek legal meliputi segala hal yang berhubungan dengan surat menyurat dan legalitas dari perusahaan Anda. Apakah berbadan hukum atau perusahaan perseorangan? Hal ini memudahkan pengurusan pajak dan hukum lainnya yang berlaku di negara ini.

5. Aspek Finansial

Meskipun modal tidak hanya uang, tetapi aspek finansial tidak dapat dipungkiri sebagai sesuatu yang penting untuk mengetahui langkah yang dapat dilakukan agar memperoleh profitabilitas yang diharapkan. Dalam perencanaan, tahap pertama penyusunan rencana yang diperlukan untuk berbisni atau biasa disebut biaya “start up” atau biaya investasi.

Biaya investasi adalah biaya yang harus dikeluarkan, misalnya pembelian mesin atau peralatan, pembayaran sewa tempat, dan sebagainya. Kemudian, biaya operasional mencerminkan prioritas kegiatan yang akan dilakukan, yang berkaitan dengan bagaimana anggaran akan dikeluarkan sesuai dengan penjadwalan kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, perhitungan omzet, profit, serta perhitungan balik modal pun perlu diperhitungkan secara rinci.

6. Aspek Sumber Daya Manusia

Karyawan adalah aset perusahaan dan Anda harus menentukan orang yang diinginkan serta keahlian yang dibutuhkan.

7. Aspek Manajemen dan Organisasi

Pembuatan struktur organisasi akan mempersempit ruang lingkup sehingga memberikan batasan tugas dan wewenang karyawan. Jadi, sekalipun bekerja sendiri, Anda masih bekerja dengan sistem yang telah dibuat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini