Wah, Ternyata Ojol Tak Wajib Pakai Sekat Pembatas untuk Angkut Penumpang

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 320 2229178 wah-ternyata-ojol-tak-wajib-pakai-sekat-pembatas-untuk-angkut-penumpang-3RYqh9ONak.jpg Ojol (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan buka suara terkait kewajiban pemasangan sekat pada ojek online. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak antara penumpang dan pengemudi ojek online.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan, pemasangan sekat itu tidak diwajibkan untuk dipasang. Sebab pemasangan sekat itu hanya sebatas himbauan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

 Baca juga: New Normal, Ojol Wajib Pakai Penyekat

"Untuk sepeda motor kita memberikan beberapa opsi. Pada prinsipnya memang kita menawarkan kepada Grab maupun Gojek, termasuk Maxim, untuk pemasangan penyekat antara pengemudi dengan penumpang. Namun sifatnya ini adalah pilihan, atau kemudian kita tidak mengharuskan," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (12/6/2020).

Menurut Budi, dirinya sudah berkoordinasi dengan aplikator baik itu Gojek maupun Grab. Bersyukurnya perusahaan aplikasi ini mengikuti apa yang dihimbau oleh pemerintah.

 Baca juga: Kemenhub Sudah Izinkan Ojol Bawa Penumpang tapi Ada Syaratnya

Budi Setiyadi mengatak, pihak Grab dan Gojek sudah menyiapkan penyekat dan setuju untuk memasangnya di kendaraan yang digunakan para driver. Sebagian di antaranya bahkan sudah menerapkan pemasangan penyekat ini.

"Untuk yang sepeda motor berbasis aplikasi atau ojek online sudah dilakukan. Dan secara bertahap nanti dari pihak aplikator akan memasang di beberapa kendaraannya. Kemarin baru saja kita lihat bagaimana grab komitmen menjalankan ini. Dan sudah membuat ribuan, nanti akan tambah dengan jumlah yang begitu besar," jelasnya.

Budi menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan ITB untuk terus menyempurnakan kualitas penyekat. Sehingga ke depannya, penyekat yang digunakan benar-benar efektif mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami bekerja sama dengan ITB untuk membuat prototipe penyekat untuk sepeda motor ini yang baik, dari materialnya sehingga dari aspek keselamatan akan menjadi baik. Dan kemudian menyangkut masalah bentuknya atau aeromodelnya," kata Budi.

Menurut Budi, saat ini penyekat sudah terpasang masih ada beberapa aspek yang masih harus disempurnakan. Hal inilah yang kedepan akan diproduksi dalam jumlah besar.

"Masukan dari ITB, bahan cukup bagus. Tapi aerodinamisnya akan dilakukan berbentuk U. Jadi kalau pengemudi bersin atau berbicara itu tidak langsung kena ke penumpangnya," kata Budi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini