Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertahankan Harga Karet, Pemerintah Dorong Serapan Dalam Negeri

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 14 Juni 2020 |19:52 WIB
Pertahankan Harga Karet, Pemerintah Dorong Serapan Dalam Negeri
Foto : Dok. Kementan
A
A
A

Lembaga ini menampung karet produksi petani dan meningkatkan kualitasnya sesuai baku mutu yang dipersyaratkan industri pengolahan karet (crumb rubber). Hingga akhir 2019 lalu, Ditjen Perkebunan mencatat sudah 498 UPPB terbentuk.

Upaya penyerapan karet dalam negeri ini sejalan dengan program perluasan penggunaan olahan karet, misalnya sebagai campuran aspal jalan, kanal di lahan gambut, dan lainnya. Oleh karenanya, Pemerintah mendorong lembaga penelitian untuk menghasilkan diversifikasi olahan karet alam seperti canal blocking, seismic bearing, dock fender, bantalan rel kereta api, paving block, bantalan embung, peralatan medis dan lain sebagainya.

“Kita dorong penyerapan karet alam melalui Program Rubberized Road, mendorong kemitraan langsung dengan industri pengolahan karet dan mendorong penerapan harga insentif bagi petani karet," papar Kasdi.

Sebagai solusi jangka pendek untuk melindungi petani dari fluktuasi harga karet, pemerintah mendorong petani mananam tanaman sela/tumpang sari di lahan perkebunan karetnya.

Melalui tanaman sela baik berupa tanaman pangan atau tanaman pekebunan lain yang bernilai ekonomis, petani bisa mendapatkan tambahan penghasilan dan kebun karetnya lebih terpelihara. Tentu saja kebun yang terpelihara akan meningkatkan produksi tanaman pokok (karet).

Pandemi Covid-19 membuat harga karet makin fluktuatif dan cenderung mengalami penurunan. Pembatasan arus ekspor-impor akibat pandemi Covid-19 membuat permintaan pasar makin menurun yang berimbas pada anjloknya harga karet. Padahal selama ini harga karet sangat dipengaruhi pasar global.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement