Jangan Kaget, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Paling Rendah

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 20 2232286 jangan-kaget-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-paling-rendah-dMd0zHbCt0.jpg Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini tumbuh paling rendah dibandingkan kuratal I, III dan IV. Prediksi BI pun sama dengan pemerintah yang memperkirakan ekonomi pada kuartal II minus.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, polanya memang pada kuartal I pertumbuhan ekonomi tumbuh 2,97%, kemudian menurun di kuartal II dan kembali bangkit pada kuartal III dan IV. Seiring dengan pemberlakuan kebijakan pemerintah untuk masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

Baca Juga: Fakta Menarik Cegah Resesi, Ekonomi Tidak Minus

"Polanya memang kuartal II itu pertumbuhan ekonomi kecendrungan paling rendah sebelum secara perlahan meningkat di triwulan III dan IV," tuturnya, dalam telekonferensi, Kamis (18/6/2020).

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Perry mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada tahun akan berada pada kisaran 0,9%-1,9%. Di mana pola pertumbuhan kuartal I tumbuh 2,97%, kemudian turun dalam di triwulan II dan kembali membaik pada triwulan III dan IV.

Baca Juga: Ketidakpastian Pasar Keuangan Menurun, Begini Penjelasan Bos BI

"Dengan pola itu proyeksi BI untuk keseluruhan tahun 2020 itu 0,9%-1,9%. Dengan pola 2,97%, turun cukup dalam di triwulan II dan meningkat di triwulan III dan IV," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kontraksi ini terjadi akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah. Apalagi penerapan PSBB ini terjadi di daerah yang menjadi penyokong ekonomi nasional.

"Karena full PSBB diberlakukan di berbagai tempat yang punya kontribusi ekonomi nasional besar seperti DKI Jakarta , Bodetabek, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Ini pasti pengaruhi kinerja ekonomi pada kuartal II-2020 yang kita perkirakan di negatif teritori -3,1%," ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini