Kontraksi Lanjutan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Lebih Rendah

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 20 2234431 kontraksi-lanjutan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-lebih-rendah-OrPBR84NEv.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan terkoreksi mendalam. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan lebih buruk dari kuartal I sebesar 2,97%.

"Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua dari berbagai data kami pantau akan alami kontraksi. Di mana Triwulan II lebih rendah dari triwulan I-2020," ujar dia pada rapat bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Baca Juga: Jangan Kaget, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Paling Rendah

Dia menjelaskan, pelemahan yang terjadi dapat dilihat dari berbagai indikator komponen pertumbuhan ekonomi yang juga menurun. Seperti kondisi perdagangan ekspor Indonesia berdampak turun sejalan dengan kontraksi perekonomian global.

Kemudian, lanjut dia konsumsi rumah tangga juga melemah tajam karena terjadinya penurunan pendapatan masyarakat dan aktivitas ekonomi karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dan, realisasi belanja pemerintah yang juga turun di tahun ini.

"Hal itu sumber pertumbuhan ekonomi yang saat ini diharapkan mendorong ekonomi," jelas dia.

Baca Juga: Fakta Menarik Cegah Resesi, Ekonomi Tidak Minus

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ke depannya akan sangat bergantung dari bagaimana relaksasi PSBB berlangsung dan kecepatan stimulus fiskal yang terjadi di dalam negeri. Pasalnya keduanya berjalan secara maksimal maka itu, diperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV akan membaik.

"Jadi secara keseluruhan diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 di kisaran 0,9% sampai 1,9% dan meningkat di kisaran 5%-6% di 2021," pungkas dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini