Baru Seminggu Jadi Direksi Telkom, Fajrin Mengaku Banyak Terima Komplain

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 320 2237022 baru-seminggu-jadi-direksi-telkom-fajrin-mengaku-banyak-terima-komplain-asZ6jQiQDh.jpg Fajrin Rasyid (Okezone)

JAKARTA - Muhammad Fajrin Rasyid menceritakan pengalamanya saat baru menjabat sebagai Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Dirinya langsung menerima banyak ucapan selamat ketika hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunn (RUPST) diumumkan ke publik pada Jumat 19 Juni 2020.

Namun tak hanya itu, dirinya juga menerima banyak komplainan dari para rekannya maupun masyarakat umum. Khususnya mengenai perseroan dalam hal penyediaan layanan internet.

 Baca juga: Bos Bukalapak Jadi Direktur Telkom, Erick Thohir: Masih Muda Pimpin Bisnis Digital

"Hari Jumat kemarin ketika saya ditunjuk sebagai direktur Telkom saya menerima banyak ucapan selamat dan saya menerima banyak komplain," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (26/6/2020).

Menurut Fajrin, atas komplainan tersebut dirinya berkomitmen untuk meningkatkan bisnis perseroan di bidang digital. Mengingat, digital menjadi salah satu hal yang penting dalam membantu aktivitas sehari-hari.

 Baca juga: Ririek Adriansyah Tetap Dirut, Ini Susunan Direksi Telkom yang Baru

Salah satu fokus dalam pengembangan bisnis digitalnya adalah dengan mendorong pengalaman pelanggan atau costumer experience. Menurut Fajri, dalam 10 tahun terakhir layanan kepada pelanggan semakin instan dan memanjakan.

"Karena perkembangan digital membuat customer dan brand semakin dekat apalagi, media sosial membuat jarak orang dan brand semakin dekat," jelasnya.

Mantan Bos Bukalapak ini juga mengaku akan melakukan transformasi digital lainnya dengan transforming operation. Artinya, transformasi pada perusahaan ke digital dilakukan untuk melakukan efisiensi pada proses yang sudah ada.

"Kita bicara transformasi tidak hanya bicara SOP lebih efisien. Tapi kita juga melihat bisa ekspansi bisnis baru yang sebelumnya belum ada. Dengan digital ini menjadi ada, karena semakin banyak perkembangan digital," kata Fajrin.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini