Intip Asumsi Makro RAPBN 2021 Sektor Energi, Apa Saja Isinya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 20 2238058 intip-asumsi-makro-rapbn-2021-sektor-energi-apa-saja-isinya-udwt8B8MdN.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan asumsi makro sektor energi pada Komisi VII DPR-RI pada hari ini. Usulan ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Ada beberapa hal yang diusulkan oleh Arifin untuk asumsi dasar makro 2021 di sektor energi. Pertama adalah Harga Minyak Mentah Dunia atau ICP yang ditetapkan sebesar USD42 hingga USD45 per barel.

Sementara untuk lifitng migas di 2021 ditargetkan sebesar 1.650 hingga 1.720 barel minyak per hari (BOEPD). Adapun rinciannya adalah sebesar lifting minyak bumi sebesar 690 hingga 710 BOPD dan lifting gas bumi sebesar 990 hingga 1.010 BOEPD.

Baca Juga: Menteri Basuki Beberkan Rencana Kerja 2021 dengan Modal Rp115,58 Triliun 

"Untuk mencermati harga minyak dunia kami usulkan asumsi ICP tahun 2021 di angka USD42-45 per barel," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Sementara itu untuk Volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditargetkan sebesar 15,79 kiloliter (kl). Angka tersebut terdiri dari volume subsidi minyak tanah sebesar 0,45 hingga 0,50 kilo liter.

Sementara untuk volume minyak solar 15,31 hingga 15,80 kiloliter. Sedangkan untuk volume gas LPG subsidi ditargetkan sebesar 7 hingga 7,5 Metrikton.

Baca Juga: Efek Corona, Sri Mulyani Desain Ulang Bansos dalam RAPBN 2021

"Dengan makin banyak kota punya jargas dan ada peningkatan konsumsi gas dengan pandemi serta bertambahnya kongkrit nelayan dan petani dan perkiraan realisasi volume konsumsi 2020 6,89 MT," jelasnya

Sebelumnya, Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR RI menetapkan Pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp6,83 triliun. Pagu belanja ini sesuai dengan surat bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan tentang Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2021.

Anggaran Kementerian ESDM ini lebih rendah 29,29% dari APBN tahun 2020 sebesar Rp9,66 triliun. Dana APBN bagi ESDM tahun ini juga sudah mengalami perubahan menjadi Rp6,216 triliun, sehingga jika dibandingkan dengan Pagu tahun 2021, naik 9,98%.

Dalam dokumen yang disampaikan dalam rapat tersebut, juga disebutkan, dari total Pagu Indikatif TA 2021, sebesar 13,5% atau Rp926,1 miliar digunakan untuk anggaran belanja pegawai. Lalu 27,1 % atau Rp1,85 triliun digunakan untuk belanja modal, dan 59,4% atau Rp4,06 triliun untuk belanja barang.

Sementara lainnya dialokasikan untuk infrastruktur migas sebesar Rp1,82 triliun, infrastruktur EBTKE sebesar Rp729 miliar, infrastruktur Badan Geologi sebesar Rp605 miliar, dan Pelayanan Dasar dan Program pada 12 unit organisasi sebesar Rp3,6 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini