Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas, Ekonomi RI Hadapi Situasi Lebih Sulit

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2240248 masyarakat-tak-lakukan-aktivitas-ekonomi-ri-hadapi-situasi-lebih-sulit-pyXNUtaivF.jpg Masalah Krusial Ekonomi RI Akibat Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pengusaha melakukan pertemuan dengan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satu masalah krusial yang diungkap adalah soal demand. Stimulus yang diberikan pemerintah tidak berpengaruh terhadap ekonomi bila konsumsi masyarakat tidak ada.

"Kami sampaikan yang paling krusial sebetulnya gimana kita bisa tumbuhkan demand. Karena berapapun stimulus yang kita lakukan kalau masyarakat tidak bergerak, masyarakat tidak melakukan aktivitas ekonomi maka kita dapatkan situasi lebih sulit," tutur Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Di Hadapan DPR, Kepala Bappenas: Ada Eselon I Terima Bansos

Kemudian, lanjut Haryadi, pemerintah melalui Kemenkominfo sudah mengeluarkan aplikasi peduli lindungi, sayangnya ekspos terhadap hal tersebut kurang sehingga masyarakat kurang tahu. Padahal aplikasi itu yang sangat dibutuhkan untuk pelacakan virus corona.

"Di samping testing juga harus ada tracing, tapi tracing ini tidak berjalan dgn baik. Masih banyak masyarakat yang belum paham atau tidak mengetahui aplikasi itu, padahal itu sangat kita butuhkan untuk jaga supaya kontrol terhadap penularan ini menjadi lebih baik. Orang sakit intinya harus isolasi sampai sembuh dan orang sehat beraktivitas," tuturnya.

Baca Juga: Menko Luhut Bawa Kabar Baik: Indonesia Naik Kelas

Lalu soal proses restrukturisasi di lapangan, masih ada beberapa kendala terutama sebagian dari bank yang memberikan kondisi tidak favourable. Belum bicara restrukturisasi, sudah minta dana uang untuk biaya restrukturisasi, bunga bisa lebih tinggi.

"Nah itu yang kami sampaikan, tidak cukup bantu kalau dilakukan percuma juga pada saat kita selesai dari proses pandemi, kita hadapi biaya lebih tinggi karena dari awal sudah diset biaya menjadi lebih tinggi," tuturnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini