Budidaya Cabai Terintegrasi Sapi Jadi Klaster Pertanian Baru

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 320 2242664 budidaya-cabai-terintegrasi-sapi-jadi-klaster-pertanian-baru-x46OiT5HZt.jpg Cabai. (Foto: Okezone.com)

BLORA – Inovasi untuk mengembangkan hasil pertanian terus dilakukan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Terbaru, budidaya cabai merah terintegrasi peternakan sapi menjadi pilihan petani sekaligus peternak di Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Apalagi, para petani juga mendapatkan pendampingan dari Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah. Bahkan kersajama pengembangan klaster pertanian dengan peternakan di Kabupaten Blora yang diawali sejak 2017, akan diperpanjang. Tentu ini menjadi angin segar bagi petani di tengah krisis pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Suko Wardoyo, mengutarakan, cabai merah masih menjadi komoditas yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Blora. Terlebih banyak petani cabai di Blora yang belum maksimal dalam mengelola sistem pengelolaan hasil pertanian pasca-panen.

Baca juga: Jual Mainan, Milenial 33 Tahun Jadi Miliarder Baru di China

“Kami ingin kerjasama pengembangan klaster pertanian cabai merah yang terintegrasi dengan peternakan sapi potong di Kabupaten Blora bisa berlanjut dan dikembangkan lebih luas lagi,” kata Suko saat video konferensi dengan Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (7/7/2020).

“Sebelumnya kita sudah melakukan pendampingan pada kelompok tani di Desa Purworejo Kecamatan Blora dan Desa Dringo Kecamatan Todanan, ke depan akan kita kembangkan di Desa Palon, Kecamatan Jepon,” ujarnya.

Tidak hanya pendampingan tentang teknik pertanian, pihaknya juga akan menggandeng tim ahli untuk pendampingan pengolahan pasca-panen sehingga harga komoditas tidak jatuh ketika puncak musim panen. Baik secara kelembagaan seperti pembentukan koperasi, maupun bantuan alat pengeringan cabai untuk diolah menjadi produk UKM lainnya.

Baca juga; Masa Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif

Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut baik rencana perpanjangan kerjasama tersebut. Bahkan dia meminta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bersama Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Blora untuk segera membuat draf perpanjangan kerjasama ini.

“Alhamdulillah ini sinyal bagus untuk para petani cabai kita, tolong nanti OPD terkait bisa segera menindaklanjuti persiapannya. Kita akui memang Blora punya potensi besar pada pertanian cabai merah,” lugas Djoko.

Menurutnya, terjadi permasalahan klasik ketika panen raya karena harga cabai jatuh bebas. Stok yang berlebihan di pasaran mengakibatkan komoditas cabai tak laku. Akibatnya, banyak petani merugi karena tak bisa menutup biaya selama masa tanam.

“Sering harganya anjlok saat musim panen, sehingga kita gerakkan seluruh ASN untuk ikut membeli dengan harga pasar agar petani tidak rugi. Dengan adanya kerjasama ini kami berharap nantinya banyak manfaat yang diperoleh para petani cabai,” ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini