Dana Talangan Rp650 Miliar, Perumnas Pakai Bayar Utang

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243553 dana-talangan-rp650-miliar-perumnas-pakai-bayar-utang-Lhjaof8t9O.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Perum Perumnas mendapatkan dana talangan sebesar Rp650 miliar. Dana talangan tersebut akan digunakan untuk membantu keuangan perusahaan yang terdampak covid-19.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan dana talangan tersebut akan digunakan untuk membayar Medium Term Note (MTN) perseroan yang akan jatuh tempo. Tercatat, Perumnas memiliki MTN jatuh tempo di Juli sebesar Rp200 miliar.

 Baca juga: Gara-Gara Covid, Pendapatan Perumnas Anjlok hingga 50%

Kemudian pada November, diperuntukan uuntuk membayar MTN sebesar Rp350 miliar. Sedangkan sisanya akan digunakan sebagai moda kerja yakni Rp50 miliar.

"Dana talangan ini sebagai penyelesaian kewajiban kami kepada pemegang MTN dan sebagian kecil digunakan untuk modal kerja. Kalau kebutuhannya cukup besar tapi jangka pendek 2020 paling tidak kami bisa antisipasi gagal bayar kepada pemegang MTN," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (8/7/2020).

 Baca juga: Perumnas Kebut Pembangunan Proyek TOD pada 2019

Menurut Budi, mekanisme pemberian dana talangan diusulkan melalui skema Special Mission Vehicle (SMV) melalui PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Perumnas mengusulkan bentuk dana talangan itu berbentuk surat utang yang sifatnya perpetual bond.

Namun, dirinya memastikan Perumnas tetap akan membayar bunga kepada pemerintah. Pembayaran sendiri bisa dilakukan dalam tempo 8 tahun.

"Ini usulan kami tapi belum final. Tetapi kami tetap dibebankan bunga yang harus kami bayarkan dan jangka waktu pinjaman ini 8 tahun yang kami ajukan dan jatuh tempo 2027," kata Budi.

Budi sendiri menyebut kekuatan likuiditas Perumnas hanya sampai Juli tahun 2020. Tanpa pemberian dana talangan, arus kas Perumnas diprediksi negatif pada Agustus 2020, lalu menjadi negatif Rp364 miliar di Desember 2020. Pada Juni 2020, arus kas Perumnas tercatat sebesar Rp296 miliar.

"Kekuatan likuiditas Perum Perumnas hanya sampai pada Juli 2020, dan bulan berikutnya kondisi cash flow perusahaan menjadi negatif," kata Budi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini