Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Brownies Malah Naik 3 Kali Lipat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 320 2244466 pandemi-covid-19-omzet-penjual-brownies-malah-naik-3-kali-lipat-dZkRl0ZwQG.jpeg Brownis Sugarbakery.id (Foto: dok. Sugarbakery.id)

JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 tak selamanya berdampak negatif kepada setiap pengusaha. Salah satu pebisnis yang merasakan keuntungan dari adanya wabah itu adalah pemilik sugarbakery.id, Icha Aisya. Ibu satu anak itu merasa adanya wabah itu malah mendatangkan rezeki berlipat dari biasanya.

Wanita berusia 32 tahun itu mengaku penjualannya mengalami peningkatan sejak Indonesia dinyatakan diserang pandemi tersebut. Usaha yang dimulai sejak September 2017 itu menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari omzet yang diterima setiap bulannya naik signifikan sebelum adanya Covid-19 di Tanah Air.

“3 bulan terakhir ini (penjualan) melonjak banget. Sebelum corona paling (omzet) sekitar Rp10 jutaan. Sejak corona bisa Rp30 jutaan. Biasanya (pesanan per hari) paling dua atau tiga, nah kini sekarang bisa 10 hingga 14. Tapi (pemesanannya) naik turun juga, enggak bisa ditentuin,” kata Icha kepada Okezone, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga: Dari Iseng-Iseng Unggah Foto Kue di Medsos, Wanita Ini Kebanjiran Pesanan Brownies

Dia menyebut, dirinya juga terus berinovasi dengan menambah produk yang dijualnya. Kini, pihaknya tak hanya menjual brownies, melainkan juga ada chiffon, sponge cake dan roti dengan rasa yang beragam. Dari produk itu yang laris di pasaran ialah brownies, chiffon, dan poncake.

brownies

“Brownies dijual Rp115 ribu. Ada chiffon harganya kisaran Rp115ribu hinga Rp150 ribu, tergantung toppingnya juga. ada sponge cake, dijual kisaran Rp165 ribu. Ada roti juga, dijualnya Rp120 ribu isinya 16. Kita enggak bisa ambil untung terlalu besar, karena yang jual kan semakin banyak juga. Kalau saya biasanya setelah hitung modal semua paling enggak harus 50 persen dari modal saya harus dapat,” kata dia.

Dia menjelaskan, keuntungan yang didapat dirinya karena kini banyak orang yang enggan ke luar rumah, sehingga berbelanja secara daring. Kemudian, kebijakan sekolah dari rumah juga berdampak positif karena itu membuat para orang tua harus menyediakan cemilan untuk sang buah hati.

Baca juga: Tren Gowes Milenial, Bengkel Sepeda Banjir Order hingga Lembur

“Kalau saya dapat keuntungan dari pandemi ini. Sekarang orang banyak di rumah, anak juga sekolah di rumah, butuh cemilan terus kan. Jadi lebih banyak yang order. Jadi lebih menguntungkan selama pandemi ini,” ujarnya.

Salah satu kiat mempertahankan usaha kuliner ini, kata dia, yaitu setiap pedagang harus memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana pemasaran produknya. Sebab, banyak konsumen yang memutuskan untuk membeli, ketika dirinya selalu memperbaharui unggahan kue yang dijual di akun pribadinya.

“Setiap hari saya aktif share video atau foto-foto kue.. Karena menurut saya, itu membuat orang tertarik untuk beli. Foto dan videonya juga harus yang menarik. Semua saya yang kerjakan, foto, posting dan bales-bales order. Lewat online lebih efektif,” ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini