Dia menjelaskan, keuntungan yang didapat dirinya karena kini banyak orang yang enggan ke luar rumah, sehingga berbelanja secara daring. Kemudian, kebijakan sekolah dari rumah juga berdampak positif karena itu membuat para orang tua harus menyediakan cemilan untuk sang buah hati.
Baca juga: Tren Gowes Milenial, Bengkel Sepeda Banjir Order hingga Lembur
“Kalau saya dapat keuntungan dari pandemi ini. Sekarang orang banyak di rumah, anak juga sekolah di rumah, butuh cemilan terus kan. Jadi lebih banyak yang order. Jadi lebih menguntungkan selama pandemi ini,” ujarnya.
Salah satu kiat mempertahankan usaha kuliner ini, kata dia, yaitu setiap pedagang harus memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana pemasaran produknya. Sebab, banyak konsumen yang memutuskan untuk membeli, ketika dirinya selalu memperbaharui unggahan kue yang dijual di akun pribadinya.
“Setiap hari saya aktif share video atau foto-foto kue.. Karena menurut saya, itu membuat orang tertarik untuk beli. Foto dan videonya juga harus yang menarik. Semua saya yang kerjakan, foto, posting dan bales-bales order. Lewat online lebih efektif,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.