Persiapkan SDM ketika Industri Penerbangan Mulai Pulih dari Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 12 Juli 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 320 2245232 persiapkan-sdm-ketika-industri-penerbangan-mulai-pulih-dari-corona-wQ6uwY231h.jpg Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Industri penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak virus corona. Bahkan, industri ini harus banyak merumahkan karyawannya untuk menstabilkan neraca keuangannya.

Namun, saat ini industri penerbangan juga harus bersiap diri jika memang kondisi sudah mulai recovery. Apalagi saat ini pemerintah sudah mulai mengizinkan kembali maskapai penerbangan untuk terbang kembali dengan protokol kesehatan yang ketat.

Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra mengatakan, salah satu yang perlu disiapkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena ada beberapa tenaga kerja yang mengharuskan untuk memiliki lesensi ini yang sulit dicari.

“Jadi kembali kunci di sini SDM. Khususnya tenaga khusus yang berbasis lisensi. Seperti flight crew yang memegang peranan sertifikasi khusus,” ujarnya mengutip akun Youtube IDX Channel, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Gara-Gara Corona, Maskapai Penerbangan Diprediksi Beralih ke Pesawat Kecil 

Menurut Ziva, SDM seperti ini sangat penting bagi maskapai. Oleh karena itu, ketika maskapai ingin mengambil kebijakan untuk merampingkan karyawan maka harus memperhatikan hal tersebut.

“SDM ini sangat spesifik dan spesialis dan sangat sulit sekali dicari karena populasinya memang tidak banyak. Jadi sekiranya dalam mengambil keputusan atau perampingan dari maskapai mana pun ini harus menjadi sebuah last resource,” katanya.

Menurut Ziva, hal ini juga sempat terjadi pada awal 2000-an. Ketika itu, demand terhadap tenaga ahli seperti ini meningkat drastis, namun sayangnya tidak diimbangi dari sisi supply-nya.

“Karena nanti ketika kondisi sudah pulih atau recovery, SDM ini lah yang paling susah dicari seperti yang kita alami di awal 2000-an saat diregulasi maskapai dan 10 tahun pasca industri global mulai pick up itu demand untuk tenaga ahli ini sangat meningkat namun supply-nya sangat jarang,” katanya.

Baca Juga: Maskapai Tak Tahan Virus Corona, PHK Jadi Jalan Keluar Selamatkan Bisnis 

Ziva menambahkan, lesunya market dan juga pasaran ini menjadi sebuah kesempatan bagi pemerintah dan INACA untuk mengkaji kembali tentang job security. Khususnya dari aspek ketemagakerjaan agar bisa terjaga di masa mendatang mengingat hal ini lah yang menjadi bagian paling sulit untuk dicari.

“Tentunya kita juga berharap industri parawisata dan yang lainya bisa pulih secara bertahap. Namun ketika recovery ini muncul hal yang sulit dicari adalah SDM,” katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini