Titik Balik Ekonomi di Kuartal III-2020, Bos BCA: Masa Depan Masih Bagus

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 20 2245644 titik-balik-ekonomi-di-kuartal-iii-2020-bos-bca-masa-depan-masih-bagus-GfB8glLqF1.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi dunia negatif dan diambang resesi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menyoroti hal tersebut. Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi minus 3,8%.

Menurut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, titik balik pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terjadi pada kuartal III-2020. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan PSBB transisi yang membuka kegiatan ekonomi, baik sektor pariwisata, penerbangan hingga perkantoran.

Baca Juga: Bos BCA: Nasabah Mampu Masih Bayar Cicilan KPR 

Dengan diberlakukan secara gradual pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, maka bisnis mulai back to new normal.

"Restoran buka hanya 50% kapasitas, masuk toko bergantian, hambatan-hambatan itu masih ada, tetapi bisnis paling tidak sudah mulai menggeliat, diharapkan ini memberikan sinyal positif, kalau pun negatif tidak terlalu dalam," kata Jahja dalam "Hangout with BCA" secara virtual di Jakarta, Senin (13/7/2020).

"Kalau negatif jangan cepat-cepat pesimis, masa depan kita masih bagus," kata Jahja.

Baca Juga: Selain Bank BUMN, Sri Mulyani Titip Uang Negara ke BPD dan Swasta 

Menurut Jahja, kondisi investasi di Indonesia juga masih bagus. Hal ini dilihat dari investasi nikel hingga bauksit di Batam, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau yang mencapai puluhan miliar dolar AS.

"Morowali alumina nikel investasi besar dari asing, itu diharapkan ekspor. Asing masih yakin masih percaya Indonesia tempat terbaik untuk investment. Kalau second (kuartal II) negatif wajar, GDP growth mereka (negara lain) rata-rata negatif semua, kita bersyukur baru satu kuartal negatif," ujarnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini