Kembalikan Rp500 Juta, Erick Thohir Guyur Hadiah Khusus ke Petugas Kebersihan KRL

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 320 2245588 kembalikan-rp500-juta-erick-thohir-guyur-hadiah-khusus-ke-petugas-kebersihan-krl-vSuzzZXEQS.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dirinya akan memberikan bantuan secara khusus kepada Mujenih petugas kebersihan dan Egi Sandi petugas pengawalan di KRL Commuterline. Bantuan itu sebagai bentuk apresiasi atas sikap jujur dan disiplin yang dipraktikkan kedua petugas KRL tersebut.

"Nanti saya secara pribadi juga, nanti bantu secara khusus. Jadi, Bapak dan Ibu bantu, kita Menteri juga harus bantu. Saya berharap ini menjadi tabungan karena dengan kondisi Covid-19 ini cukup lama, jadi bantuan yang kita lakukan ini saya rasa cukup bermanfaat bagi mas Egi dan mas Mujenih dan keluarga," ujar Erick saat memberikan sambutan dalam acara apresiasi petugas KRL, Jakarta, Senin (13/7/2020).

 Baca juga: Erick Thohir: Pemimpin Harus Belajar dari Petugas KRL yang Temukan Uang Rp500 Juta

Selain bantuan yang akan diberikan secara khusus oleh Menteri BUMN, Egi Sandi dan Mujenih juga menerima sejumlah bantuan yang diberikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel Indonesia (Telkom).

Adapun bantuan yang diperoleh berupa, Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan karyawan tetap PT Kereta Api Indonesia (KAI), handphone dan paket data selama satu tahun, bantuan rawat inap dan proteksi jiwa senilai Rp 100 juta, Rp 40 juta pengembangan premi, dan polis BNI life, dana investasi sejahtera dengan premi Rp 50 juta dan nilai pertanggungan Rp 500 juta, serta asuransi mandiri jiwa sejahtera dengan uang pertanggungan Rp 500 juta.

 Baca juga: Aturan Baru Erick Thohir, Komisaris BUMN Jarang Hadir Rapat Langsung Dicopot

Dalam kesempatan itu, Erick mengungkapkan, sikap jujur dan disiplin kedua petugas KRL merupakan representasi isu moral yang ada di Indonesia. Sikap itu, lanjut dia, sekaligus membantah adanya pertanyaan terkait moral anak bangsa saat ini.

Erick mencontohkan bahwa apa yang terjadi di Jepang, di mana budaya disiplin dan kejujuran yang cukup membudaya bagi masyarakatnya, juga bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi, lanjut Erick, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

"Isu moral ini dipertanyakan bahwa anak bangsa kita juga kedisiplinan dan akhlak yang baik, dan ini saya harapkan ke depan terus kita jaga. Yang terjadi di Jepang, kenapa di Indonesia tak bisa, apalagi kita negara muslim terbesar di dunia. Kali ini kita harapkan bahwa kunci yang kita lakukan setiap hari ini bisa menjadi hal yang positif bagi bangsa kita," ujarnya.

Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB, petugas kebersihan kereta Mujenih dan Petugas Pengawalan KRL Egi Sandi menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor. Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam bungkusan koran.

Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan ke petugas Passenger Service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL. Setelah diperiksa bersama, uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah Rp 500 juta.

Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found. Tidak lama, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.

Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini