Boros Anggaran, Langkah Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Dinilai Tepat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246178 boros-anggaran-langkah-jokowi-bubarkan-18-lembaga-dinilai-tepat-7qKhyoEDLv.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perampingan terhadap lembaga nonstruktural. Setidaknya, ada 18 instansi yang akan dibubarkan.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menilai rencana kebijakan itu akan berdampak positif terhadap Telusur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Sebab, nantinya bisa mengerucutkan alokasi APBN yang seharusnya untuk biaya operasional mereka.

 Baca juga: New Normal, Hotel-Hotel di Mesir Dibuka Kembali dengan Syarat

"Beberapa lembaga termasuk kementerian memang mendesak dibubarkan karena dinilai memboroskan anggaran dan kinerjanya mengecewakan," kata Bhima kepada Okezone, Selasa (14/7/2020).

Dirinya mencontohkan seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal ini dikarenakan porsi anggaran untuk BPIP dinilai terlalu besar, yaitu Rp160 miliar per tahun.

 Baca juga: Hotel Bintang Lima di Wuhan Tetap Beroperasi Normal di Tengah Virus Korona

"Ini bisa digunakan untuk tambahan stimulus kesehatan, bantuan sosial atau UMKM," ujarnya.

Menurut dia, kalau ada lembaga lainnya yang dibubarkan tentu anggaran lainnya bisa dimanfaatkan untuk penanganaan Covid-19.

"Seperti diketahui beban belanja pegawai dan belanja barang kementerian lembaga menggerus 60% dari total belanja pemerintah," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini