Share

Tren Gowes Meningkat saat Covid-19, Saatnya Bangun Infrastruktur Khusus Sepeda?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246208 tren-gowes-meningkat-saat-covid-19-saatnya-bangun-infrastruktur-khusus-sepeda-cw4PDaCMFW.jpeg Sepeda (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengguna sepeda melonjak naik sejak pemerintah menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di beberapa daerah. Bahkan di Jakarta, hasil survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pengguna sepeda meningkat hingga 10 kali lipat atau setara 1.000% saat periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Angka itu naik signifikan dibandingkan dengan pada Oktober 2019 lalu. Kendati demikian, Bike to Work (B2W) mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2020, terdapat 29 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda. Akibat kecelakaan lalu lintas, 58 persen atau 17 pesepeda meninggal dunia.

Baca Juga: Naik Daun, Sepeda Rp2 Juta-Rp5 Juta Jadi Incaran 

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah guna memfasilitasi tren peningkatan pesepeda yang terjadi saat ini. Seperti, penambahan anggaran infrastruktur untuk sepeda. Di mana, pendanaan infrastruktur sepeda sebanding dengan anggaran yang disediakan untuk transportasi lainnya.

"Pemerintah juga memprioritaskan pesepeda dalam kebijakan pandemi saat ini, seperti pendanaan infrastruktur untuk sepeda Pendanaan infrastruktur sepeda sebanding dengan pendanaan yang disediakan untuk program transportasi lain," ujar Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Dirinya mentohkan, beberapa negara telah melakukan prioritas bagi pengguna sepeda dalam penyusunan kebijakan anggaran infrastruktur. Amerika Serikat, kata dia, sudah meningkatkan anggaran sebesar 40% Kemudian, pemerintah Inggris juga memprioritaskan pendanaan 2 miliar poundsterling untuk infrastruktur sepeda.

Karena itu, lanjut Djoko, pemerintah diharapkan dapat memprioritaskan pengguna sepeda di masa normal baru hingga ke depannya. Di mana pemerintah dapat menyusun program pengembangan infrastruktur sepeda yang terhubung di seluruh kota atau daerah. Langkah ini juga sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Baca Juga: CFD Jakarta Hanya Digelar di 30 Titik Hari Ini, Berikut Daftarnya 

Djoko juga menyarankan adanya investasi jalur sepeda sebagai jalur rekreasi, insentif komuter sepeda, hingga skema kebijakan pemberian diskon bagi karyawan yang membeli sepeda untuk bekerja.

Selain itu, dia juga mencatat agar pemerintah daerah (Pemda) membuat perubahan signifikan pada tata ruang jalan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini