Negara Lain Resesi, Ekonomi China Tumbuh 3,2% pada Kuartal II-2020

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 20 2247212 negara-lain-resesi-ekonomi-china-tumbuh-3-2-pada-kuartal-ii-2020-Grxqj5VGj9.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi China tumbuh 3,2% (yoy) pada kuartal kedua tahun ini. Pertumbuhan ekonomi China mengalahkan ekspektasi analis dan rebound dari kontraksi kuartal pertama.

Ekonomi China pulih karena wabah corona virus mereda dan dampak dari stimulus yang dikeluarkan pemerintahan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan produk domestik bruto telah tumbuh moderat sebesar 2,5% pada kuartal April hingga Juni.

Baca Juga: Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China

PDB kuartal pertama China mengalami kontraksi 6,8% (yoy) pada tahun 2020 karena negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mendapat pukulan besar dari wabah corona virus. Ini adalah penurunan PDB pertama di negara itu setidaknya sejak 1992, ketika catatan triwulanan resmi dimulai.

"Secara umum, ekonomi nasional mengatasi dampak buruk dari epidemi di babak pertama secara bertahap dan menunjukkan momentum pertumbuhan restoratif dan pemulihan bertahap, lebih lanjut mewujudkan ketahanan pembangunan dan vitalitasnya," kata Biro Statistik Nasional China dilansir dari CNBC, Kamis (16/7/2020).

Pemerintah China telah meluncurkan berbagai stimulus untuk meningkatkan perekonomian termasuk pengeluaran fiskal dan pemotongan suku bunga kredit dan persyaratan cadangan bank.

Baca Juga: Berikut 6 Pasar di Jakarta dengan Sebaran Virus Corona Tinggi

Tanda-tanda pemulihan

Data terbaru dari Tiongkok menunjukkan beberapa tanda pemulihan. Angka perdagangan pada bulan Juni menunjukkan bahwa ekspor dan impor naik. Aktivitas manufaktur di bulan Juni juga meluas dibandingkan dengan bulan Mei.

Ekspor China telah mendapatkan "pangsa pasar besar-besaran" ketika banyak negara menerapkan lockdown, kata Bo Zhuang, kepala ekonom China di TS Lombard sebelum rilis data. Tiongkok mulai melonggarkan tindakan penguncian relatif lebih awal dari negara lain.

Zhuang mengatakan dia berharap pemulihan PDB China akan berkelanjutan dalam setidaknya dua kuartal berikutnya, karena ekonomi domestik tampaknya baik-baik saja dengan pertumbuhan infrastruktur dan perjalanan lintas provinsi dibuka kembali, katanya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini