Tongkol Jagung Jadi Listrik di PLTBm Pulabala, Kok Bisa?

Natasha Oktalia, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 320 2247591 tongkol-jagung-jadi-listrik-di-pltbm-pulabala-kok-bisa-DWjfIqDD06.jpg Tongkol Jagung (Reuters)

JAKARTA - Siapa yang hobi mengonsumsi jagung, tanaman yang berbentuk bulir manis dan gurih ini? Umumnya, anak-anak gemar dengan olahan dari tanaman ini saat sudah menjadi olahan popcorn dengan rasa manis hingga asin.

Jagung pada umumnya bisa menjadi salah satu sumber makanan pokok. Pengolahannya juga beragam, bisa dibakar atau direbus.

Tapi, siapa sangka kalau tongkol jagung justru bisa diolah kembali menjadi salah satu sumber energi listrik?

 Baca juga: Kincir Angin Raksasa untuk Energi Bayu, Bagaimana Cara Kerjanya?

Inovasi ini terlahir dan mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa atau PLTBm pada Pulabala, Gorontalo dan tentunya memberikan manfaat pula bagi masyarakat sekitar.

Pengolahan limbah menjadi energi baru ini dilihat karena tingginya potensi limbah tongkol yang dinilai cukup tinggi. Peluang ini dimaksimalkan untuk memenuhi permasalahan kelistrikan yang ada di Pulabala, Gorontalo.

Seperti yang dilansir dari laman Instagram Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral @KESDM, Jakarta, Jumat (17/7/2020), berikut proses pengolahan tongkol jagung menjadi PLTBm:

 Baca juga: Sulitnya Pakai Energi Matahari, Angin hingga Panas Bumi di RI

1. Sortir Bahan Baku

Tidak semua tongkol jagung dapat dipergunakan. Oleh karena itu perlu tahapan pemilahan.

Hal yang harus diperhatikan dalam penyortiran ini adalah kadar air yang kurang dari 15%. Setelahpemilihan tersebut, tongkol jagung akan dicacah menjadi ukuran satu sentimeter.

Lalu, cacahan tongkol tersebut akan disimpan dalam karung berukuran 50 kilogram. Nantinya akan disimpan di dalam gudang bahan baku.

2. Gasifikasi

Bahan baku yang sudah dicacah dan dikumpulkan akan melewati tahap gasifikasi. Bahan baku yang awalnya berbentuk padat itu akan diolah menjadi gas yang akan menggerakan turbin generator pembangkit listrik.

Untuk menghasilkan 1 Kwh dibutuhkan sekitar 1,6 kilogram tongkol jagung. Maka dari itu, Specific Fuel Consumtion (SFC) tongkol jagung sebesar 1,6:1.

 Baca juga: PLN-SMI Garap 3 Proyek Pembangkit Listrik Tahun Ini

3. Aliri Listrik

Kapasitas yang dimiliki oleh PLTBm Pulabala sebesar 0,5 mw. Di setiap jamnya, reaktor membutuhkan bahan bakar sebanyak 600-800 kilogram tongkol jagung.

Setelah itu, listrik yang dihasilkan dapat langsung terkoneksi dengan jaringan Interkoneksi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

Nah, perubahan bentuk dan nilai manfaat yang sangat baik sekali. Ke depan, pastinya akan ada sumber daya yang bisa menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini