World Bank Prediksi Ekonomi RI Pulih di Agustus 2020, Begini Faktanya

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 20 2248234 world-bank-prediksi-ekonomi-ri-pulih-di-agustus-2020-begini-faktanya-MEUS8rQeFI.jpg Ekonomi RI (Shutterstock)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia diprediksi akan kembali pulih dari dampak virus Corona atau Covid-19. Akan tetapi, hal ini tergantung akan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut diutarakan oleh Economic Prospect (IEP) Country Director World Bank Indonesia Satu Kahkonen. Di mana, ekonomi Indonesia bisa diselamatkan dengan reformasi.

Maka dari itu, Jakarta, Senin (20/7/2020), berikut fakta-fakta prediksi World Bank akan ekonomi Indonesia:

 Baca juga: Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi

1. Diprediksi Pulih Agustus 2020

Perekonomian Indonesia diprediksi bisa kembali pulih pada Agustus 2020 dari dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, hal ini dilakukan jika pemerintah tepat memberikan kebijakan dalam memulihkan ekonomi Indonesia.

“Ekonomi akan kembali terbuka penuh pada Agustus (tahun ini). Terpuruknya ekonomi domestik masih dapat diselamatkan dengan reformasi," ujar Economic Prospect (IEP) Country Director World Bank Indonesia Satu Kahkonen.

 Baca juga: Singapura Resesi, Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia 

2. Kebijakan Pemerintah Disambut Baik World Bank

World Bank menyambut baik tindakan masif dari Pemerintah Indonesia untuk memitigasi dampak dari krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Adalah penting untuk secara efektif menerapkan paket tersebut agar dampaknya dapat dirasakan secara penuh oleh masyarakat maupun perekonomian.

“Kami juga merasa terdorong dengan kegigihan Pemerintah Indonesia menggunakan krisis ini sebagai peluang dengan mempercepat berbagai reformasi penting untuk meningkatkan daya saing, yang akan menjadi dasar kuat bagi pemulihan yang lebih mantap," katanya.

3. Ekonomi Indonesia Diprediksi 0% di 2020

Meski pada tahun ini, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 0% dan diingatkan soal bahaya resesi.

“Kami menyambut baik tindakan masif dari Pemerintah Indonesia untuk memitigasi dampak dari krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Adalah penting untuk secara efektif menerapkan paket tersebut agar dampaknya dapat dirasakan secara penuh oleh masyarakat maupun perekonomian,” ujar Kahkonen.

4. Ekonomi Global Diprediksi Minus 5,2%, World Bank Ingatkan Indonesia soal Resesi

Bank Dunia (World Bank) memperingatkan setiap negara agar mewaspadai dampak resesi yang bakal terjadi. Bank Dunia memproyeksi kontraksi pertumbuhan ekonomi secara global minus 5,2% tahun ini.

Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan turun dengan cukup signifikan. Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan di kisaran 0% yang mana bisa menimbulkan resesi.

"Proyeksi ekonomi Indonesia akan turun karena didasari hal, pertama kontraksi ekonomi global, kedua ekonomi Indonesia akan terbuka kembali per Agustus, dan ketiga tidak ada gelombang kedua dari pandemi," ujar Satu.

5. World Bank Sebut Ada 3 Reformasi Kunci yang Bisa Diterapkan RI

ada tiga reformasi kunci yang bisa diterapkan Indonesia untuk menuju masa pemulihan. Pertama, meniadakan hambatan dalam investasi asing yang kini tengah digodok dalam Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law.

Ada tiga reformasi kunci yang bisa diterapkan Indonesia untuk menuju masa pemulihan. Pertama, meniadakan hambatan dalam investasi asing yang kini tengah digodok dalam Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law. Kahkonen mengatakan bahwa regulasi ini akan menjadi struktur dasar investasi yang memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka terhadap bisnis.

"Namun, penting untuk mengatur dengan sangat baik, diaudit, sehingga hukum dapat berfungsi dengan efektif," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini