Share

Peluang Besar di Era Covid-19, RI Bidik Arab Saudi Jadi Pasar Ekspor Produk Mamin

Ferdi Rantung, Sindonews · Jum'at 17 Juli 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2247902 peluang-besar-di-era-covid-19-ri-bidik-arab-saudi-jadi-pasar-ekspor-produk-mamin-sPIz20mvEV.jpg Ekspor Produk Mamin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia masih merupakan komoditas unggulan yang dapat terus didorong ekspornya ke berbagai negara di tengah pandemi Covid-19, termasuk Arab Saudi.

“Melihat kondisi Arab Saudi yang merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia, para pelaku usaha diharapkan aktif mencari peluang pasar ekspor dengan terus berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi,” ujar Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Daftar Produk Rempah RI yang Mendunia, Nomor 6 Sempat Mahal Efek Corona 

Sementara, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, Arab Saudi merupakan salah satu pintu masuk bagi produk Indonesia yang ingin menjajaki pasar di kawasan teluk.

“Dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta jiwa, serta kunjungan jemaah haji dan umrah yang hampir pasti setiap tahunnya lebih dari 10 juta kunjungan, Arab Saudi adalah pasar segmen khusus (captive market) yang perlu diperhatikan oleh pengusaha Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Soal Ekspor Benih Lobster, Menteri Edy: Kebijakan Kami Terukur 

Menurut Kasan, hal lain yang menjadikan Arab Saudi menjadi pasar potensial bagi Indonesia adalah pola konsumsi masyarakatnya.“Konsumsi masyarakat Arab Saudi yang kini meningkat cukup tinggi menjadikannya sebagai salah satu pasar yang menjanjikan bagi berbagai produk makanan dari Indonesia,” ungkapnya.

Saat ini, regulasi impor makanan di Arab Saudi mengalami perubahan yang dinamis. Setiap perusahaan makanan, utamanya yang terkait ayam, daging, dan ikan, perlu mendaftarkan diri dan melakukan self assessment. Selain itu, perusahaan tersebut harus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang sudah bekerja sama dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Meski demikian, menurut Atase Perdagangan Riyadh Erwansyah, dinamika perubahan aturan tersebut merupakan tantangan positif bagi pengusaha di Indonesia.

"Bila pengusaha Indonesia bisa menembus pasar Arab Saudi, maka dipastikan akan lebih mudah melakukan penetrasi ke negara negara tetangga lainnya di kawasan teluk." Ujar Riyadh

Berdasarkan data yang ada, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada Januari—Mei tahun 2020 tercatat sebesar USD 1,81 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi pada Januari - Mei tahun 2020 sebesar USD 597,76 juta, atau meningkat 0,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi tahun 2019 senilai USD5,07 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini