Milenial, Ini Cara Bedakan Pialang Komoditi Berjangka Legal dan Tidak!

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 278 2248708 milenial-ini-cara-bedakan-pialang-komoditi-berjangka-legal-dan-tidak-89J5OwHan8.jpg Pialang Komoditi (Reuters)

JAKARTA - Para milenial menjadikan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sebagai salah satu tren investasi bentuk baru saat ini. Pasalnya, usaha PBK juga dinilai dapat menggandakan uang dengan lebih cepat dan mudah.

Karena maraknya tren berinvestasi tersebut, sebagian dari pengguna awam justru tidak mempelajari terlebih dahulu bagaimana prospek kerja PBK. Sehingga banyak di antaranya yang menjadi korban penipuan pialang yang ilegal.

 Baca juga: Komoditas Emas hingga Seng Alami Kenaikan Harga di Mei 2020

Hal ini menjadi sebuah keresahan baru bagi pihak-pihak tertentu. Oleh sebab itu, perlu untuk mengenali terlebih dahulu ciri-ciri pialang berjangka.

Mengutip Instagram Kemendag, Jakarta, Senin (19/7/2020), berikut pialang berjangka yang pada umumnya berstatus legal:

1. Terdapat kata "berjangka" atau "futures" pada nama perusahaan

2. Memiliki izin dari Bappebti Kemendag, termasuk Wakil Pialang Berjangka-nya, serta melakukan penyetoran margin/dana pada rekening terpisah.

Baca juga: Biasanya Rp15.000/Kg, Kini Harga Jahe Capai Rp75.000

3. Terdapat penarikan margin

4. Menyetor margin/dana pada rekening terpisah (segregated account)

5. Memiliki mekanisme penyelesaian perselisihan yang jelas

6. Menyampaikan dokumen dan perjanjian kepada nasabah terkait pemberitahuan adanya resiko, perjanjian pemberian amanat, dan aplikasi pembukaan rekening

Selain itu, ada beberapa ciri pialang berjangka ilegal memiliki ciri antara lain:

1. Memberikan iming-iming keuntungan besar

2. Melakukan seminar atau pelatihan dengan penarikan margin

3. Menampilkan legalitas dari regulator dunia (bukan dari Bappebti)

Jadi, milenial dihimbau untuk lebih berwaspada jika ingin memulai usaha berbasis PBK tersebut. Hindari sifat terburu-buru dalam mengambil keputusan, dan lebih cermat serta teliti dalam proses pengecekkan perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini