Koperasi Pangan Diminta Masuk Skala Bisnis

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 320 2248991 koperasi-pangan-diminta-masuk-skala-bisnis-konsep-korporatisasi-petani-digaungkan-UmDxP9kNzd.jpg Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Foto: Kemenkop)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki siap memberikan alternatif pembiayaan bagi koperasi pangan yang mengalami masalah likuiditas.

“Ada skema pembiayaan talangan karena semua ritel atau juga non ritel itu tidak bisa cash karena konsinyasi 14 hari. Jadi saya kira kebutuhan-kebutuhan ini nanti akan kita selesaikan supaya betul-betul koperasi bisa tumbuh besar,” kata Teten di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Teten Masduki: Koperasi Simpan Pinjam Sangat Rentan Terdampak Corona

Teten mendorong koperasi-koperasi sektor pangan masuk dalam skala bisnis supaya koperasi tersebut dapat tumbuh berkembang. Adapun saat ini, Koperasi Gapoktan Tani Mulus saat ini mengolah lahan pertanian seluas 278 ha dengan dukungan modal dari pinjaman kredit usaha rakyat (KUR).

Sementara mulai tahun ini Koperasi Gapoktan Tani Mulus menargetkan penambahan lahan garapan seluas 10 ribu ha.

“Kalau produksinya dalam skala bisnis dia bisa mendapatkan market yang stabil, juga mendapatkan skema pembiayaan baik pembiayaan modal kerja untuk produksi, maupun investasi untuk pembangunan RMU dan pengolahan hasil padinya,” katanya.

Baca juga: 3 Jurus Modernisasi Koperasi Indonesia agar Tak Ketinggalan Zaman

Teten mengatakan koperasi bisa tumbuh besar karena didukung dengan skema pembiayaan yang terhubung dengan market.

“Banyak petani yang menjual hasil panennya itu langsung ke pasar. Biasanya seperti itu petaninya tidak terlindungi. Kalau nanti ini dalam bentuk koperasi, koperasi jadi offtaker yang beli dari hasil panen petani lalu koperasi juga mengarahkan petani tanam,” katanya.

Menurut Teten, dengan konsep korporatisasi petani maka koperasi yang akan melindungi petani dari permainan harga. “Kalau koperasi juga bisa memberikan dana talangan juga ketika petani membutuhkan di saat panen raya itu juga bisa menahan penjualan padi di panen raya ketika harga jatuh. Itu yang dibutuhkan,” tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini