Share

Lowongan Kerja, TikTok Bakal Rekrut 10.000 Pegawai

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 320 2250419 lowongan-kerja-tiktok-bakal-rekrut-10-000-pegawai-LIm46xPjDZ.jpg TikTok (Foto: Business Insider)

JAKARTA - TikTok berencana merekrut 10.000 Staf di Amerika Serikat dalam tiga tahun mendatang. Meskipun ancaman larangan aplikasi TikTok untuk berada di AS

Juru Bicara TikTok mengatakan, popularitas TikTok di Amerika Serikat terus meningkat. Bahkan jumlah karyawan TikTok di Amerika Serikat pun kini naik lebih dari dua kali lipat dari semula 500 menjadi 1.400 pada hari ini.

Baca juga: Tinggal 4 Hari, Berikut Lowongan Kerja di PTPN

“Pada tahun 2020, TikTok menambah tiga kali lipat jumlah karyawan yang bekerja di ASdan kami berencana untuk menambah 10.000 pekerjaan di sini selama tiga tahun ke depan. Ini adalah pekerjaan bergaji baik yang akan membantu kami terus membangun pengalaman yang menyenangkan dan aman dan melindungi privasi komunitas kami,” ujarnya mengutip halaman CNBC, Rabu (22/7/2020).

Seperti diketahui, saat ini Amerika Serikat sedang terus perusahaan digital asal China imbas dari perang dagang. Amerika menyebut pemerintah China menggunakan aplikasi digital untuk spionase atau mata-mata.

Baca juga: Simak Tanda Wawancara Kerja Lulus atau Tidak, Perhatikan Gelagat Pewawancara

Huawei menjadi target pertama dari ancaman Amerika Serikat tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang seluruh peralatan Telekomunikasi Huawei untuk mendapatkan jaringan di Amerika Serikat.

Bahkan pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi tegas kepada perusahaan karena merusak iklim bisnis di negara lain. Namun hal tersebut dibantah oleh perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok tersebut.

Setelah Huawei, TikTok kini menjadi target selanjutnya. Sekretaris Megara AS Mike Pompeo mengatakan, pemerintah AS tengah mengkaji untuk pelarangan TikTok. Bahkan, pemerintah AS telah meluncurkan tinjauan keamanan nasional atas akuisisi ByteDance dari aplikasi Musical.ly yang digabungkan ke TikTok.

Pemerintah AS dilaporkan khawatir jika ByteDance bakal melakukan sensor kepada konten yang senstif secara politis. Selain itu, pemerintah AS juga khawatir mengenai data pengguna disimpan.

Meskipun mendapatkan ancaman, TikTok mengatakan pihaknya berniat untuk terus berkembang di AS. Salah satu upaya untuk menjauhkan imej TikTok dari ByteDance adalah dengan merekrut seorang CEO asal Amerika Serikat dengan menunjuk Mantan Kepala Streaming Disney Kevin Mayer.

Selain itu, TikTok juga berencana membuka kantor pusatnya di luar China. TikTok saat ini sedang berusaha memutuskan di mana menempatkan markas internasionalnya.

Kantor terbesar perusahaan berada di Los Angeles tetapi London, Dublin dan Singapura juga telah disebut-sebut sebagai calon lokasi kantor pusat. Untuk di AS sendiri, kantor terbesar TikTok berada di California, New York, Texas, dan Florida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini