Proyeksi Para Ahli tentang Kondisi Ekonomi Setelah Ditemukan Vaksin Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 320 2250909 proyeksi-para-ahli-tentang-kondisi-ekonomi-setelah-ditemukan-vaksin-corona-Llr5kDWFlK.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harapan hampir seluruh negara di dunia kini sedang meninggi menyusul adanya berita tentang vaksin Corona yang rencananya bisa mulai diproduksi massal mulai tabung depan. Namun di tengah euforia ini, salah seorang ekonom justru memperingatkan bahwa dampak ekonomi akibat pandemi akan terasa sangat lama sekalipun sudah ditemukan vaksinnya.

Professor Keuangan di Booth School of Business University of Chicago Raghuram Rajan mengatakan, sejumlah usaha kecil yang ditutup pada Maret saat pembatasan sosial atau mungkin Lockdown tidak akan buka lagi. Bahkan ketika situasinya sudah mulai membaik.

Baca juga: BI: Semua Negara Bisa Resesi

"Saya pikir imbas pukulan itu akan terasa untuk waktu yang lama," ujarnya mengutip dari Halaman CNBC, Kamis (23/7/2020).

Rajan menambahkan, ketika pandemi ini ada, banyak pengusaha yang mengalami kesulitan panjang karena tanpa adanya pemasukan. Namun biaya operasional harus tetap dikeluarkan.

 Baca juga: Ramalan IMF: Hampir Seluruh Negara Ekonomi Minus tapi China Tumbuh 1%

"Ketika ini (pandemi virus Corona) berlangsung, semakin banyak bisnis merasakan periode panjang tanpa pendapatan tetapi biaya tinggi, menyiratkan bahwa mereka tidak punya kesempatan, dan mereka tutup," jelasnya.

Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh dunia memang sangat terdampak dari adanya kebijakan lockdown atau Pembatasan Sosial di beberapa negara. Namun para pelaku UKM juga tidak bisa membantah mengingat langkah yang dilakukan tersebut untuk memperlambat penyebaran virus, yang telah menginfeksi lebih dari 14,8 juta orang dan membunuh lebih dari 615.000.

Data yang baru dirilis yang diterbitkan Senin dalam jurnal medis The Lancet mengatakan potensi vaksin corona virus yang dikembangkan oleh Universitas Oxford bersama raksasa farmasi AstraZeneca menghasilkan respons kekebalan yang menjanjikan dalam uji coba manusia tahap awal. Awal bulan ini, raksasa farmasi Pfizer dan pembuat obat Jerman, BioNTech, juga melaporkan data tentang kandidat vaksin gabungan yang berjalan positif.

Hanya saja, dampak ekonomi masih akan terasa. Meskipun beberapa kandidat vaksin mendapatkan persetujuan pada kuartal keempat, dan vaksinasi diluncurkan.

“Anda harus memvaksinasi banyak orang. Jadi, orang-orang paling awal akan merasa aman pergi ke restoran ramai mungkin akan pada pertengahan tahun depan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana - segalanya tidak akan berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini