Share

Kesulitan Pengusaha di Era Covid-19, Ekonomi Lesu hingga Sepi Proyek

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 320 2251110 kesulitan-pengusaha-di-era-covid-19-ekonomi-lesu-hingga-sepi-proyek-ByfMfuyh4g.jpeg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indikator Politik Indonesia baru-baru ini merilis hasil survei yang dilakukan terhadap 1.176 pengusaha dari 7 sektor unggulan di 9 provinsi yang paling berdampak pada perekonomian di Indonesia.

Sektor-sektor tersebut antara lain pertanian, perikanan, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran mobil dan sepeda motor, juga pengangkutan dan pergudangan skala nasional.

Baca Juga: Fantastis, Restrukturisasi Kredit Perbankan Tembus Rp800 Triliun 

Dari hasil survei tersebut, diperoleh beberapa alasan utama mengapa bisnis mereka terkapar dihantam oleh pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, para pelaku usaha dilanda beberapa masalah utama seperti ekonomi global yang lesu, sepinya order dan proyek, mahalnya biaya operasional, dan bahan baku.

"Sebanyak 38 responden mengeluhkan kondisi ekonomi global sedang lesu, 38 responden lainnya juga menanggapi bahwa semakin sulit mendapat proyek atau order. Sebanyak 25 pelaku usaha terbebani oleh mahalnya ongkos operasional, dan 24 pelaku usaha merasa keberatan dengan harga bahan baku yang semakin mahal," ujar Burhan dalam webinar di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Mantul, 31% Pengusaha Milenial Pakai Model Bisnis Baru di Era Covid-19 

Oleh karena itu, Indikator Politik Indonesia menarik kesimpulan bahwa kondisi ekonomi global yang lesu dan sulitnya mendapat proyek atau order menjadi masalah paling utama yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis saat ini.

Selain itu, Burhan menyampaikan, masih adanya keluhan pelaku usaha terkait rumitnya birokrasi turut mengindikasikan bahwa upaya pemerintah dalam deregulasi dan debirokratisasi di lapangan belum sepenuhnya terealisasi secara efektif.

"Masih ada pengusaha yang mengaku terbelenggu oleh aturan pemerintah dalam upayanya menjalankan usaha. Dari survei kami, sebanyak 46,3% pengusaha memang mengaku regulasi memudahkan usahanya, tapi masih ada 44% yang merasa bahwa usahanya dipersulit oleh aturan yang berlaku," papar Burhan.

Sementara itu, tercatat bahwa hanya sebesar 1,3% pengusaha yang merasa bahwa usahanya dimudahkan oleh regulasi yang ada. Sebanyak 1,4% pengusaha merasa sangat kesulitan akibat regulasi ini, dan sisanya tidak memberikan jawaban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini