Mau Buka Usaha yang Cuan saat Pandemi, Jadi Reseller atau Jualan Masakan Rumahan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251382 mau-buka-usaha-yang-cuan-saat-pandemi-jadi-reseller-atau-jualan-masakan-rumahan-QI74WMi81p.jpg Tips Memulai Usaha. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona membuat banyak orang mulai merintis usaha. Selain banyaknya aktivitas di rumah, langkah ini bisa menambah pemasukan saat pandemi.

Mau mulai? tapi masih bingung mau usaha seperti apa. Yang jelas, carilah usaha yang membutuhkan modal tidak terlalu besar namun untungnya cukup menjanjikan.

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, ada beberapa alternatif usaha yang bisa dilakukan saat pandemi dengan modal minimalis. Pertama, usaha makanan rumahan yang saat ini sedang populer.

Baca Juga: Sepeda Bekas Laris Manis saat Pandemi Covid-19, Harganya Cuma Rp150.000

Ketika hendak membuka bisnis makanan rumahan, ada baiknya memulai dengan modal seminim mungkin. Misalnya, dengan membuka lebih dahulu sistem pre order (PO).

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar market yang berminat kepada hasil masakan yang dibuat. Setelah diketahui berapa orang yang berminat baru memulai membuat masakannya.

"Jadi jangan masak dulu tapi tawarin dulu ke target marketnya siapa saja? Mungkin orang-orang di sekitar lingkungannya tawarin dulu promosiin dulu. Mau enggak kalau saya masakin, dengan harga sekian mau beli enggak? Jadi risikonya enggak terlalu besar," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Keren, 3 Pengusaha Milenial Ini Ubah Ancaman Covid-19 Jadi Keuntungan Berlipat-lipat

Bagi yang memiliki modal terbatas, bisa menggunakan sistem uang muka atau Down Payment (DP). DP dibayarkan sebagai modal untuk belanja sekaligus tanda jadi.

Misalnya, harga makanan yang dijual adalah Rp20.000. Maka mereka yang memesan bisa membayarkan setengah dahulu atau sekitar Rp10.000 dan bisa jadi modal belanja.

"Bahkan ada beberapa, seperti teman saya juga kaya gitu juga. Dia bahkan minta uangnya separuh dulu. Misalnya dia harganya Rp20.000, separuh dulu buat modal belanjanya nanti selebihnya dilunasin kalau masakannya sudah jadi dan diantar," kata Andi.

Selain membuka usaha masakan rumahan, bisa juga memulai bisnis reseller. Karena jenis bisnis memiliki risiko yang sangat rendah karena modalnya yang minimalis.

"Cari yang benar-benar minim risiko. Misalnya oh saya kalau risiko pasti ada aja. Risiko udah keluar modal tapi barangnya enggak laku. Nah misalnya mau meminimalisir risiko ya carilah yang enggak perlu modal dulu," jelasnya.

Contohnya, mencari produk yang bisa di reseller. Produk yang didapatkan bisa dipasarkan lewat media sosial. Namun harga jual yang ditawarkan bisa dinaikan sehingga gap keuntungannya bisa diklaim.

Misalnya, menjual produk seharga Rp500.000. Maka produk tersebut bisa dijual dengan harga Rp550.000. Keuntungan Rp50.000 nantinya bisa diklaim sebagai pendapatan.

"Misalnya ada barangnya, jual harga 500 saya bilang boleh enggak saya jual naikin harganya, boleh saja. Nanti dari selisih harga itu yang jadi keuntungan saya. Jadi saya cuma bantuin promosin woro-woro di sosial media manapun. Jadi ketika laku tinggal kirim. Istilahnya saya enggak modal apapun. Jadi ada beberapa penjual yang memperbolehkan dengan cara reseller itu. Kenapa enggak dimanfaatin buat kita minim risiko juga," kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini