7 Fakta Berantas Maling Ikan, Kejar-kejaran 6 Jam hingga PNS Dibekali Senapan Serbu

Natasha Oktalia, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 320 2252014 7-fakta-berantas-maling-ikan-kejar-kejaran-6-jam-hingga-pns-dibekali-senapan-serbu-V3BFIPsWpE.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo soal Kapal Pencuri Ikan (Foto: iNews/Pangeran)

JAKARTA - 66 kapal pencuri ikan atau illegal fishing berhasil diamankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 17 kapal di antaranya berbendera Indonesia dan 49 lainnya berbendera asing.

Penangkapan ini sudah dimulai dari bulan Oktober 2019 lalu. Hingga saat ini, sejumalh tindakan atau penanganan juga sudah dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Baca Juga: Edhy Prabowo Tangkap 66 Kapal Pencuri Ikan, Terbanyak Berbendera Vietnam 

Mulai dari mendapatkan keputusan hukum, hingga salah satu kapal yang ditenggelamkan. Oleh karena itu, Okezone sudah mengumpulkan fakta-fakta yang terkait dengan Penangkapan Kapal Pencuri Ikan, Minggu (26/7/2020).

1. 66 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap, Terbanyak Asing

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil menangkap 66 unit kapal pencuri ikan (illegal fishing), yang terdiri dari 49 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, kapal asing pencuri ikan itu terdiri dari 22 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina dan 12 kapal berbendera Malaysia.

Baca Juga: Berantas Pencuri Ikan, Edhy Prabowo Bekali PNS KKP dengan 200 Senjata Pindad 

2. Penangkapan sudah dari bulan Oktober 2019.

 

Penangkapan kapal pencuri ikan atau illegal fishing sudah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak bulan Oktober 2019 silam.

"Kami telah menangkap 66 unit kapal illegal fishing dari bulan Oktober hingga saat ini," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.


3. Perkembangan Penanganan Kapal Pencuri Ikan

Perkembangan penanganan kapal asing sampai saat ini sejumlah 16 kapal sudah dapat keputusan hukum atau inkrah, 4 kapal dalam proses banding, dan 1 kapal ditenggelam karena melakukan perlawanan.

 

4. Komitmen Aparat Penegak Hukum

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo , penanganan atas kapal asing pencuri ikan ini menunjukkan komitmen tegas dari aparat penegak hukum Indonesia dalam memberantas ilegal fishing.

"Kami sangat tegas dalam hal ini, jika pelaku illegal fishing melawan di tengah laut, saya perintahkan jajaran untuk tidak segan-segan menenggelamkan sesuai ketentuan yang SOP dan sudah kita miliki," papar Edhy.

 

5. Jumlah ABK Kapal Pencuri Ikan

Penanganan proses hukum terhadap pelaku illegal fishing dilakukan terhadap 343 orang awak kapal selama 2020. Dengan rincian 21 orang berstatus tersangka, 108 orang berstatus non-justicia, proses di kejaksaan 37 orang, proses di dirjen imigrasi sebanyak 133 orang dan 44 orang telah dipulangkan ke negara asal.


6. Penambahan 200 Senjata Pindad

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pihaknya akan menambah 200 senjata Senapan Serbu 2 (SS2) buatan PT Pindad (Persero). Hal itu untuk memperkuat ketahanan laut Indonesia.

"Jadi dengan ini, diharapkan mereka semakin kuat mental dan berani dalam menghadapi para maling ikan yang mencuri sumber daya laut Indonesia," ujar dia.

7. Kejar-kejaran Kapal Pencuri Ikan

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tidak mudah melakukan penangkapan terhadap dua kapal pelaku ilegal fishing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara pada 15 Juli 2020.

"Saya mendapat kabar pengejaran itu sudah berlangsung 3 jam. Tapi saya yakin 3 jam ini termasuk paling singkat. Pasalnya ada yang sampai 5-6 jam," ujar dia

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini