RI Bakal Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 320 2252213 ri-bakal-jadi-produsen-baterai-mobil-listrik-terbesar-dv83C4zZY5.jpeg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan akan semakin berkurang. Dengan munculnya kendaraan yang mengandalkan listrik dalam pengoperasiannya tentu akan membutuhkan baterai yang tidak sedikit.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dengan banyaknya cadangan mineral Indonesia, terutama produk nikel yang bisa menghasilkan lithium battery pada produk turunannya, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi negara nomor satu dalam pembuatan baterai mobil listrik.

Baca Juga: Luhut: Maret 2020 Hyundai Bangun Pabrik Mobil Listrik di RI 

"Cadangan mineral untuk menjadi kunci baterai lithium kita tuh 40%, nomor satu di dunia. Memang Australia besar, tapi mereka banyak di tengah tengahnya sehingga cost nya tinggi," ujar Luhut dalam Webinar, Minggu (25/7/2020).

Tidak hanya nikel, Luhut menyebut produk mineral lainnya, bauksit juga merupakan salah satu bahan dalam pembuatan lithium battery. Sejauh ini, Bauksit sedang berjalan di Bintan, Halmahera, dan di wilayah Kalimantan Barat.

"Jadi, selama ini kita ekspor bauksit saja nah sekarang kita masuk ke smelter grade alumina. Ini harus ada, ini nanti bagian dari lithium battery, sehingga dengan ini semua kita punya lebih dari 80% bahan materialnya," kata dia.

Baca Juga: Pabrik Tutup, Hyundai Hadapi Dampak Wabah Virus Korona 

Luhut mengatakan, pengolahan bauksit menjadi alumina juga bisa membawa nilai tambah yang besar. Adapun, jika bauksit diekspor nilainya hanya 30 dolar AS per ton.

"Setelah diproses dua jadi alumina dan alumina ingot dari USD30 per ton sampai USD1.700 per ton," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini