Erick Thohir Baru Memulai, 3 BUMN ini Sudah Go Global

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 320 2252307 erick-thohir-baru-memulai-3-bumn-ini-sudah-go-global-FR1nPCzK1b.jpeg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong agar perusahaan plat merah mampu berkiprah di pasar internasional. Dia menilai pemasaran produk BUMN ke pasar internasional perlu digenjot agar Indonesia tidak melulu menjadi target pasar tapi harus menjadi produsen bagi pasar global.

Untuk mewujudkan misi itu, Kementerian BUMN meneken penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama diplomasi ekonomi untuk mendukung BUMN go global.

Baca Juga: 7 Fakta Vaksin Corona Made in China yang Bisa Saja Gagal

Meski begitu, sebelum Erick menyampaikan secara terbuka kepada publik terkait rencana BUMN go global, tercatat ada sejumlah perusahaan plat merah yang sudah memiliki jaringan operasional di luar negeri, dari BUMN konstruksi hingga informasi dan komunikasi. Berikut tiga BUMN yang sudah sudah go global.

Kimia Farma

Kimia Farma Dawaa, anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau cuci dari BUMN yang saat ini mengembangkan bisnisnya di Arab Saudi. Saat ini Kimia Farma Dawaa sudah memiliki 19 apotek di beberapa wilayah negara tersebut.

Baca Juga: Bio Farma: Vaksin Sinovac Bukan Obat Corona! 

Deputi GM Kimia Farma Dawaa, Ida Rasita mengatakan, sejumlah apotek itu tersebar di Madinah, Makkah, Jeddah dan Thaif. Di mana, target pasar yang di tujuh adalah para peziarah, haji, umroh, dan pasar Arab Saudi.

"Daerah-daerah ini merupakan daerah yang selalu didatangi oleh para peziarah umroh dan haji sepanjang tahun. Di daerah-daerah inilah, sumber keuntungan sangat banyak berputar," ujar Ida Rasita dalam diskusi virtual, dikutip pada Minggu (26/7/2020).

Wijaya Karya (Wika)

PT Wijaya Karya Tbk atau Wika sudah membangun jaringan operasionalnya di luar negeri, khususnya di Aljazair. Sejak 2017, perusahaan BUMN di bidang konstruksi ini sudah membangun 4.000 unit rumah bersubsidi dengan total tower apartemen yang mencapai 150 bangunan.

Manager Proyek Lodgement Wika di Aljazair, Tumbur Butarbutar mengatakan, pihaknya baru memulai mengerjakan proyek tersebut pada 2019. Proses konstruksi dilakukan di dua wilayah yang berbeda, yakni sebanyak 1.700 unit di Aljazair dan 2.250 unit di Blida, dengan total anggaran sebesar Rp187 miliar.

Untuk memperkuat ekspansi perseroan, kata Tumbur, pihaknya mengambil sejumlah proyek di beberapa negara lain, seperti Timor Leste dan Taiwan. Di Timor Leste, perusahaan pelat merah itu sudah membangun bandara pesawat bertaraf internasional. Sementara di Taiwan, Wika dipercaya menggarap jalur MRT. Jalur itu nantinya membentang sepanjang 14,3 kilometer (km) yang menghubungkan sejumlah kota besar di Taiwan.

Baca Juga: Ada Sesuatu yang Bikin Bio Farma Kepincut Vaksin Covid-19 Made in China

Telkomsel

Operator telekomunikasi Timor Leste, Telkomcel merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) terus mengembangkan bisnis dan layanan telekomunikasi di Timor Leste. Telin sendiri merupakan anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Yogi Bahar, CEO Telkomcel Timor Leste, mengatakan dalam melakukan ekspansi bisnis, pihaknya tidak saja mengembangkan fiber optik atau jaringan di Indonesia dan Timor Leste. Namun, juga di beberapa negara, salah satunya di Amerika Serikat.

Kita sudah menggelar hampir 250.000 km fiber optik ke seluruh dunia, mulai dari Indonesia menuju New York. Kemudian Indonesia menuju Los Angeles. Jadi kita benar-benar go global," ujar Yogi dalam diskusi virtual, Jumat lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini