Waspada! Sindikat Uang Palsu Kembali Beraksi di Tengah Corona

Agung Sulistyo, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 320 2253495 waspada-sindikat-uang-palsu-kembali-beraksi-di-tengah-corona-r89vlM01tC.jpg Waspada Uang Palsu. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Masyarakat utamanya pelaku usaha diimbau untuk waspada terhadap uang yang dijadikan transaksi tunai. Pasalnya, ada kejadian penipuan yang berawal dari transaksi pelaku memborong handphone transaksi pelaku yang memborong handphone kelas premium di sebuah konter di Payakumbuh.

Tersangka membeli lima unit ponsel senilai Rp17 juta. Namun modusnya uang asli dengan uang palsu dicampur sebelum disebar. Dari jumlah tersebut, Rp14 juta di antaranya uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.

“Masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi tunai, karena peredaran uang palsu cukup mengkhawatirkan,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setyawan, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: Uang Palsu Didominasi Pecahan Rp100.000 dan Rp50.000

Dirinya menjelaskan, sindikat pengedar uang palsu berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Payakumbuh, Sumatera Barat. Terungkapnya kasus ini berawal dari transaksi pelaku yang memborong handphone kelas premium di sebuah konter di Payakumbuh. Pihak konter baru sadar setelah uang diserahkan di kasir, namun pelaku sudah keburu kabur.

Tidak butuh waktu lama bermodal rekaman CCTV, dua pelaku diamankan dari dua tempat berbeda. Dari rekaman CCTV sebuah toko handphone di Kota Payakumbuh ini terlihat, pelaku datang seorang diri dengan menggunakan tas ransel hitam.

Baca Juga: Fakta Uang Palsu di Indonesia, Rp100 Juga Dipalsukan

Tampak pelaku bernegosiasi harga dengan penjaga toko, untuk beberapa produk handphone. Setelah harga sepakat, pelaku menyerahkan uang dan bergegas meningggalkan toko, saat pelaku pergi kasir toko tampak panik setelah mengetahui uang untuk pembayaran ternyata palsu.

Aksi kejahatan kedua akhirnya terbongkar. Muhammad Ali warga Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan AlAalief warga Empat Lawang, Sumatera Selatan berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Payakumbuh , dilokasi yang berbeda.

“Muhammad Ali ditangkap di Padang Panjang sedangkan Alief ditangkap di Kota Solok,” ujarnya.

Menurut Dony, modus kedua tersangka untuk mengedarkan uang palsu tersebut terbilang lihai. Keduanya mencampurkan uang asli dengan uang palsu sebelum disebar, uang palsu digunakan tersangka untuk membeli ponsel dalam jumlah banyak, kemudian ponsel tersebut dibayar dengan campuran uang asli dan uang palsu.

Meski demikian, polisi tak butuh waktu lama mengungkap aksi kejahatan kedua pelaku, kurang dari tiga hari Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil menciduk kedua tersangka. Saat ditangkap petugas juga menemukan barang bukti uang palsu yang masih disimpan tersangka sebesar Rp11 juta dan juga menyita kendaraan roda dua yang digunakan pelaku dalam beraksi.

“Saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Payakumbuh, Sumatera Barat untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini