Selain Logam Mulia, Berikut 5 Jenis Emas sebagai Pilihan Investasi

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 320 2254920 selain-logam-mulia-berikut-5-jenis-emas-sebagai-pilihan-investasi-CccGBy1q5C.jpg Pilihan Investasi Emas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga emas sedang mengalami kenaikan cukup drastis. Di sisi lain, emas juga tidak akan pernah terkena inflasi yang dapat menurunkan nilainya. Hal ini sangat berbeda dengan uang kertas yang mudah sekali terkena dampak inflasi.

Seperti dikutip dari buku "Siapa Bilang Investasi Emas Butuh Modal Gede" oleh Sholeh Dipraja, Jakarta, Jumat (31/7/2020), karena nilainya yang semakin naik, hal tersebut menyebabkan semua orang berbondong-bondong untuk membelinya, dan menyimpan emas juga dapat dijadikan salah satu cara berinvestasi untuk menyiapkan perekonomian pribadi ketika terjadi kesulitan ekonomi.

Jika mencoba menengok ke pasar emas, akan dapat menemukan berbagai macam jenis emas. Berikut beberapa jenis emas yang bisa menjadi pilihan investasi.

1. Emas Perhiasan

Perhiasan emas biasanya terdiri dari giwang, kalung, gelang, cincin, bross, hingga gigi palsu. Bahkan perhiasan emas kerap menjadi perhiasan dalam ponsel.

Perhiasan emas biasanya tidak 100% terbuat dari emas. Karena berbentuk perhiasan, emas harus dicampur dengan logam lainnya supaya tidak terlalu mudah patah. Adanya campuran logam lain menyebabkan harga perhiasan emas menjadi lebih murah dibandingkan dengan perhiasan batangan yang mempunyai kemurnian sampai 99,99% (24 karat).

Baca Juga: Jenis Perhiasaan Emas yang Laris Manis Selama Covid-19

Oleh karena itu, sebelum membeli perhiasan emas, ada baiknya melihat dan meneliti terlebih dahulu karat emas seperti apa yang ingin dibeli. Karena setiap kadar akan berbeda. Hal tersebut juga dapat diteliti di berbagai media, seperti di website atau di tempat yang terpercaya.

2. Emas Lokal

Berinvestasi dengan emas lokal memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada investasi emas jenis lain. Karena berat emas yang akan dibeli bergantung pada keinginan dan kemampuan dana yang dimiliki pembeli.

Baca Juga: Fenomena Masyarakat Berbondong-bondong Jual Emas Selama Covid-19

Misalkan jika punya uang Rp5 juta, kita akan diberikan emas yang sesuai dengan dana kita. Penjual akan memotong emas sesuai dengan uang yang akan dibayarkan, sehingga emas lokal ini bentuknya tidak beratusan.

Untuk mendapatkan emas lokal tidak susah karena biasanya dijual di toko-toko emas yang ramai pengunjung dan sudah puluhan tahun berdirinya. Mengapa disebut emas lokal? Karena emas ini dimurnikan oleh industri-industri kecil ataupun rumahan di daerah tertentu.

Sehingga emas lokal di daerah tertentu kadangkala berbeda harganya dengan daerah lain karena memang bergantung dari tingkat kemurnian emasnya. Oleh penjual, emas lokal dikatakan berkadar 24 karat, hanya saja penjaminnya bukan lembaga yang sudah bersertifikasi, sehingga kemurniannya yang 99,99% bisa saja tidak terpenuhi.

3. Dinar Emas

Dinar adalah emas yang biasanya mempunyai kadar 22 karat dengan berat 4,25 gram. Dinar emas tentu saja akan sangat berbeda dengan mata uang Irak yang sekarang digunakan. Karena yang dikatakan dinar Irak adalah sebuah uang kertas yang bernama dinar.

Kadar dinar sudah diputuskan sejak zaman kekhalifahan Islam, yaitu sejak Kalifah Umar Bin Khattab. Selain digunakan oleh masyarakat muslim, dinar emas juga digunakan oleh orang-orang non-muslim.

Kelebihan dari berinvestasi dari dinar emas sama seperti emas batangan. Nilai intrinsiknya tidak akan pernah berkurang akibat inflasi yang terjadi pada sebuah negara. Oleh karena itu, dinar emas akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan media perbankan.

4. Emas Koin

Emas dinar juga bisa termasuk jenis emas koin karena berbentuk koin. Hanya saja, dinar memiliki berat dan karat tertentu. Namun, emas koin yang dimaksud di sini adalah emas yang berupa koin yang memiliki berat dan karat yang bervariasi.

Misalnya, koin emas dengan logo sebuah perusahaan atau hal-hal semacamnya. Berat koin emas beragam, ada yang 1 gram, 2 gram, 2,5 gram, 3 gram dan seterusnya.

Kelemahan dari emas koin adalah kita seringkali tidak mengetahui siapa yang membuat koin emas tersebut. Hal ini memang tidaklah terlalu penting, karena siapapun yang membuatnya, nilai emas yang melekat pada koin tersebut tidak akan pernah turun. Namun, emas koin sulit ditemukan karena tidak dijual secara umum.

5. Emas Kuno

Emas kuno adalah emas yang ditemukan oleh para arkeolog atau siapa pun yang mempunyai umur ratusan hingga ribuan tahun. Biasanya emas ini adalah peninggalan-peninggalan kerajaan atau kapal VOC yang karam di laut dan diangkat dari lautan.

Emas-emas kuno semacam ini memiliki harga jual yang bagus. Selain nilai emas yang melekat pada koin tersebut, nilai historisnya yang terkandung membuat harga koin emas kuno lebih mahal dibandingkan dengan harga emas biasa.

Jika dapat menemukan dan mampu membeli, koin emas kuno sangat baik sebagai investasi dan koleksi berharga. Namun, perlu berhati-hati perihal koin emas kuno, sebab beberapa pemiliknya kerap dituding sebagai tersangka penadah pencurian barang-barang purbakala yang seharusnya menjadi koleksi museum.

6. Emas Batangan

Emas batangan adalah emas yang mempunyai bentuk batang seperti cokelat batangan. Ukuran yang disediakan juga bervariasi, mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram. Menurut penulis, emas batangan merupakan yang terbaik untuk dijadikan investasi.

Mengapa? Karena emas batangan adalah emas yang mempunyai kadar 24 karat dan mempunyai tingkat kemurnian hingga 99,99%. Emas batangan tidak diproduksi sembarangan. Emas batangan hanya diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang mempunyai izin negara.

Karena selain izin tersebut, memurnikan emas sampai 99,99% membutuhkan peralatan-peralatan yang sangat mahal. Oleh karena itu, hanya ada 55 perusahaan di dunia yang bisa memurnikan emas hingga 99,99%. Dan salah satu perusahaan tersebut ada di Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini