Microsoft Dikabarkan Akan Membeli TikTok Rp441 Triliun

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 320 2255272 microsoft-dikabarkan-akan-membeli-tiktok-rp441-triliun-kmV6RSASx0.png Microsoft Dikabarkan Akan Membeli TikTok. (Foto: Okezone.com/Ist)

JAKARTA - Presiden Donald Trump berencana memerintahkan perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, ByteDance, untuk menjual aplikasi video yang tengah viral tersebut. Dikabarkan, Microsoft disebut-sebut sebagai pembeli potensial.

Informasi tentang rencana akuisisi diberitakan pertama kalinya oleh Charles Gasparino dari Fox Business Network pada Jumat (31/7/2020) waktu setempat, The New York Times, Bloomberg, dan The Information. Sebuah sumber mengatakan kepada The Information bahwa ByteDance menghargai TikTok lebih dari USD30 miliar atau setara Rp441 triliun (dengan kurs Rp14.700 per USD).

Baca Juga: Microsoft Tutup Toko Secara Permanen di Seluruh Dunia

Dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider, perwakilan TikTok tidak berbicara secara spesifik. "Meskipun kami tidak mengomentari rumor atau spekulasi, kami yakin akan keberhasilan jangka panjang TikTok," demikian sumber itu berbicara, seperti dikutip Business Insider, Sabtu (1/8/2020).

Sementara itu, Microsoft menolak berkomentar.

Tiktok

Tidak jelas apakah Trump memiliki kekuatan untuk memerintahkan perusahaan asing menjual sahamnya yang berbisnis di Amerika, atau bagaimana ByteDance dapat merespons langkah tersebut. "Perintah" tersebut tampaknya akan menjadi eskalasi serangan pemerintah Trump kepada TikTok dan perusahaan China lainnya.

Pada awal Juli 2020, Trump memang sedang mempertimbangkan untuk melarang aplikasi asing yang beroperasi di Amerika karena khawatir akan keamanan nasional. Pemikiran tersebut didasar hasil penelitian para pakar, bahwa pemerintah China bisa memerintahkan ByteDane untuk menyerahkan informasi data akun TikTok warga Amerika.

Baca Juga: Ini Penyebab Microsoft Tutup Layanan Live Streaming Game Mixer

TikTok, yang beroperasi sepenuhnya di Amerika Serikat, telah mengatakan tidak tunduk pada undang-undang data Tiongkok dan tidak akan memenuhi permintaan tersebut.

Hingga saat ini belum jelas apakah TikTok akan benar diakuisisi dan cocok dengan bisnis Microsoft. Sementara Microsoft memiliki bisnis yang bergerak pada jejaring sosial bernama LinkedIn. Jejaring sosial tersebut ditujukan untuk para pekerja profesional. Microsoft baru-baru ini mematikan Mixer, layanan streaming video-game-nya yang bersaing dengan Twitch Amazon.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini