Investasi Arloji, 3 Hal Ini Wajib Diketahui Sebelum Memulainya

Safira Fitri, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 320 2255298 investasi-arloji-3-hal-ini-wajib-diketahui-sebelum-memulainya-TN52cUKQXg.jpg Memulai Investasi Arlloji. (Foto: Okezone.com/Katewoodoriginals)

JAKARTA - Jam tangan selain dijadikan aksesoris atau koleksi, bisa juga sebagai investasi menjanjikan. Bahkan keuntungannya mencapai ratusan juta.

Meski harga dibanderol selangit, banyak sekali pesohor negeri sudah mulai berinvestasi dengan barang mewah tersebut. Tentu saja, dalam membeli arloji untuk investasi bisa dibilang gampang-gampang susah.

Kebanyakan arloji layak investasi adalah jenis vintage. Untuk tahu seperti apa, Okezone telah merangkum dari buku "Kiat-kiat Membiakkan Uang di Masa Sulit" karya Novi Iman, Jakarta, Sabtu (1/2/2020).

Bagi yang mau mulai investasi di arloji harap diketahui bahwa tak semua jenis vintage memiliki nilai untuk dijual lagi. Secara umum, arloji bisa dibagi dalam beberapa kategori, pertama, arloji fashion yang bisa dibilang mewakili kelas low-end, didominasi merek seperti Alba, Guess, Nautica, Fossil, Elle, DKNY, Alexander Christie, Swiss Army, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Kepala BKPM Sebut Pengusaha Jadi Pahlawan Ekonomi di Era Covid-19

Sementara untuk produksi Swiss di antaranya yaitu, Gucci, Esprit, Raymond Weil, Guy Laroche, Fendi, Swatch, dan sebagainya. Arloji jenis ini membanjiri mayoritas pasar. Harga sekenanya bisa jatuh lebih dari 70% dari harga barunya.

Jam

Hati-hati dalam membeli arloji jenis ini bila digunakan untuk investasi karena ada yang asal mengklaim swiss-made. Padahal, sejatinya konsep swiss-made tak cuma buatan Swiss, melainkan mesin, proses produksi, kontrol kualitas, inspeksi, semua dilakukan di Swiss dengan standar Swiss pula.

Selanjutnya yang kedua, arloji kelas medium-end, biasanya dibuat untuk keperluan tertentu misalnya olahraga (sport), sebagai penunjuk zona waktu yang berbeda (GMT/dual time), dan sebagainya.

Baca Juga: Rhenald Kasali Beberkan Beda Krisis Ekonomi 1998, 2008 dan Akibat Covid-19

Mereka yang bermain dalam kategori ini kebanyakan merupakan produsen arloji sungguhan dengan nama dan sejarah panjang, seperti TAG Heuer, Tissot, Mido, Rado, Omega, Rolex, Tudor, Baume et Mercier, Breitling, dan sebagainya.

Merek-merek tersebut boleh dijadikan acuan untuk berinvestasi karena memang swiss-made sungguhan. Selain itu, mereka juga memiliki kekuatan merek (brand image) yang bagus sehingga harga jualnya di pasar seken tetap kuat.

Bila bermaksud untuk berinvestasi, paling tidak harus mengoleksi arloji dari kelas ini. Selain itu, ada baiknya memilih seri-seri langka atau terbatas (limited edition) yang unik karena tidak tertutup kemungkinan harganya akan melambung tinggi kelak.

Yang terakhir ketiga, ada arloji kelas atas. Biasanya memiliki mekanisme mesin yang canggih (sophisticated) dan dibuat dengan material tangguh atau logam mulia berkelas. Merek arloji ini di antara lain seperti Patek Philippe, Vacheron Constantin, Piaget, Glashutte, Corum, Audemars Piguet, Arnold & Son, A. Lange & Sohne, Daniel Roth, dan sebagainya.

Merek-merek tersebut diisi oleh mesin unggulan seperti Tourbillon, Minute Repeater, atau Retrograde.

Arloji kelas low-end biasanya berkisar pada harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sementara arloji kelas middle biasanya dibanderol puluhan juta rupiah, dan arloji kelas atas dihargai ratusan juta rupiah. Apapun pilihannya, pastikan membeli arloji pada tempat (agen) yang tepat dan terpercaya, sesuai dengan spesifikasi teknisnya, termasuk garansi dan sertifikat keasliannya

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini