13 Cara Optimalkan Bisnis, Jangan Campurkan Urusan Pribadi dengan Usaha

Safira Fitri, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2256774 13-cara-optimalkan-bisnis-jangan-campurkan-urusan-pribadi-dengan-usaha-Jw2MCzllvY.jpg Tips Memulai Usaha. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Memulai usaha sejatinya hanya perlu perlu kreatif. Usaha baru dapat dimulai tanpa modal besar, dengan modal kecil atau dengan barang-barang modal yang sudah dimiliki dapat dimanfaatkan sudah dapat memulai usaha baru.

Jika usaha sudah berhasil dijalankan dengan modal awal tersebut, kemudian dapat mengembangkan modal yang lebih besar dari keuntungan yang sudah didapat. Seperti dikutip dari buku "Jadi Jutawan dari Bisnis Sampingan" oleh Vicynthia, Jakarta, Selasa (4/8/2020), dalam berbisnis perlu memerhatikan beberapa hal.

Pertama, peraturan dan undang-undang yang membahas mengenai usaha atau bisnis. Meskipun usaha kita bukanlah usaha yang besar, tidak ada salahnya mengetahui undang-undang yang membahas mengenai usaha atau bisnis, keuntungannya agar terhindar dari kesalahan yang telah diatur oleh pemerintah.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Dirikan Usaha, Jangan Ikut-ikutan Tren

Kedua, membatasi jumlah produk yang dibeli. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengantisipasi kerugian, jika pada saat itu dagangan masih sepi.

Ketiga, berikan harga promosi pada awal usaha. Tujuan memberikan harga promosi adalah untuk menarik pembeli. Setelah memiliki pelanggan, maka naikkanlah harga jual secara bertahap ke harga normal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Keempat, menyisihkan modal. Modal yang dimiliki usahakan tidak dihabiskan semuanya untuk membelanjakan barang, sewa tempat, dan sebagainya. Tetapi sisihkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan persiapan untuk enam bulan atau satu tahun kedepan.

Baca Juga: Tanam Jagung di Lahan Tidur untuk Bayar Uang Kuliah

Kelima, bekerjasama dengan sesama pedagang. Kerjasama dengan pada pedagang sangatlah penting khususnya dalam usaha makanan dan minuman dengan saling menukar menu, pendapatan pun bisa bertambah.

Keenam, terima komplain pembeli dengan lapang dada, karena komplain pembeli adalah masukan yang paling berharga bagi para pedagang.

Ketujuh, mencari pemasok, agen, atau pusat grosiran serta pedagang bahan baku yang menawarkan harga murah dengan kualitas yang bagus. Harga bahan baku yang murah sangatlah penting, karena harga tersebut menentukan harga jual selain harga dan biaya lainnya.

Kedelapan, jangan mengambil keuntungan terlalu besar. Berbagilah keuntungan yang dimiliki dari harga beli bahan baku kepada konsumen dengan memberikan harga jual yang pas.

Kesembilan, tidak mencampuradukkan urusan pribadi dan usaha. Salah satu urusan disini adalah masalah keuangan, yang dimana modal tidak dipergunakan untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk keperluan dapur, uang sekolah, dan lain-lain.

Gunakanlah keuntungan yang didapat untuk kepentingan pribadi sesuai dengan budget yang telah ditentukan. Jika dapat untung besar dari usaha, jangan terburu-buru menggunakannya untuk menambah aset pribadi. Prioritaskan untuk menambah investasi usaha atau ekspansi.

Kesepuluh, memanfaatkan bagian rumah. Pemanfaatan bagian rumah menjadi salah satu hal penting untuk menghemat modal, khususnya dalam penyewaan tempat. Namun, perhatikan juga lokasi rumah, apakah lingkungan sekitar memang berpotensi untuk usaha atau tidak.

Kesebelas, mengatur tata letak barang. Aturlah barang-barang jualan dan pendukungnya dengan benar, sehingga pembeli bisa merasa nyaman untuk memilih.

Kedua belas, libatkan anggota keluarga bila perlu. Keterlibatan anggota keluarga diusahakan sebagai salah satu pendukung dalam usaha yang dikerjakan, bukan sebaliknya.

Ketiga belas, bersaing dengan sehat. Hal ini sangat penting, jika bersaing secara sehat dengan pelaku bisnis yang sejenis, maka hasil yang didapat akan lebih bagus dan memuaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini