Kemenhub Investigasi Robohnya Atap Terminal 3 Bandara Soetta

Ichsan Amin, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2256924 kemenhub-investigasi-robohnya-atap-terminal-3-bandara-soetta-4ec2fPLkEp.jpg Terminal 3 Bandara Soetta. (Foto: Okezone.com/AP II)

JAKARTA- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara masih mengumpulkan data dan informasi mengenai kejadian jatuhnya atap di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pihaknya melalui otoritas bandara setempat bersama direktorat bandar udara masih mengumpukan data-data lapangan untuk selanjutnya mengeluarkan rekomendasi kepada pengelola bandar udara.

Baca Juga: Setelah 35 Tahun, Terminal 1C dan 2F Bandara Soetta Direvitalisasi

“Kita masih mengumpulkan data-data lapangan, kami olah untuk selanjutnya mengeluarkan rekomendasi,” ujarnya dihubungi di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Data-data yang dikumpulkan, selanjutnya akan menjadi pijakan perlunya menginvestigasi kejadian tersebut. “Yang pasti kami proses berdasarkan rekomendasi, apakah itu investigasi hingga teguran kepada pengembangnya akan kita lihat,” pungkasnya.

Sebelumnya PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta membenarkan adanya bagian listplang atau sisi atap Gedung Parkir Domestik Terminal 3 yang lepas. Lepasnya bagian listplang gedung parkir tersebut terjadi pada pukul 16.01 (3/8) WIB yang diduga angin kencang di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga: Tak Bisa Tunjukkan SIKM di Bandara Soetta, Siap-Siap Dikarantina di GOR Cengkareng

"Sekitar pukul 16.02 WIB, tim Terminal 3 langsung melakukan clean up area lokasi kejadian. Besok kami pastikan sudah terpasang listplang baru,” kata Febri Toga Simatupang, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero)

Insiden ini tidak menimbulkan korban luka dan korban jiwa. "Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini. Saat ini telah dipasang pembatas di lokasi agar pengguna jasa tidak memasuki area tersebut," jelas Febri.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini