Sukses Buka Usaha Berkat Rencana yang Matang, Simak Caranya

Safira Fitri, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2256993 sukses-buka-usaha-berkat-rencana-yang-matang-simak-caranya-17CrxRhOV8.jpg Tips Memulai Usaha. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Jangan terburu-buru untuk memulai suatu usaha atau bisnis. Buat perencanaan serinci mungkin dan matang, sehingga meminimaliris risiko kerugian saat usaha dimulai.

Dalam gagasan perencanaan yang telah dibuat, perlu dilakukan penajaman insting dan naluri dalam menyelidiki dan memperjelas rencana. Tujuannya membuat usaha dapat menghadapi persaingan bisnis yang penuh tantangan.

Seperti dikutip dari buku "Mulai Usaha dari Nol" oleh Jackie Ambadar, Miranty Abidin & Yanty Isa, Jakarta, Rabu (5/8/2020), berikut beberapa faktor yang dapat dijadikan landasan untuk melakukan bisnis.

1. Memulai Usaha dari yang Kecil

Untuk memulai usaha lakukanlah dengan hal yang kecil, jangan terlalu banyak ide. Ambil satu ide yang bagus kemudian kembangkan secara profesional. Sebelumnya juga harus mampu mengidentifikasikan dan meneliti pasaran dari bisnis.

Baca Juga: 6 Cara Kembangkan Bisnis, Skill Nego Jadi Kewajiban

2. Melakukan Penelitian untuk Menentukan Lokasi yang Strategis bagi Bisnis

Pikirkan dengan cermat untuk menentukan lokasi atau tempat strategis untuk bisnis yang akan dimulai.

3. Memilih Orang-Orang yang Tepat

Keberhasilan atau kegagalan dari bisnis tergantung dari kemampuan dalam memilih orang-orang yang tepat pada saat menjalankan bisnis.

4. Menentukan Jenis Usaha

Harus bisa menganalisa dalam menentukan bidang usaha yang cocok dengan diri kemampuan dan bakat. Untuk itu sebelumnya perlu mengetahui, seperti bagaimana karakter usaha yang cocok dan apakah usaha tersebut akan memberikan keuntungan besar atau kecil.

Baca Juga: Raup Cuan, Atlet Banting Setir Buka Jasa Servis Sepeda

5. Bagaimana Kemampuan Diri Sendiri

Apakah mampu dalam hal modal? Tentukan berapa dana keuangan yang dibutuhkan. Untuk memulai bisnis, secermat mungkin harus bisa memproyeksikan berapa jumlah uang yang diperlukan untuk memulai usaha bisnis.

Berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk operasional bisnis. Pada awal menjalankan usaha pasti akan merasa stres dan sulit, tetapi cobalah untuk bersikap tenang, prinsipnya yang penting usaha bisa bertahap hidup dulu untuk menuju ke arah berkembang memang dibutuhkan waktu, keuletan dan kesabaran.

Selain itu, harus mampu dalam hal keahlian, mampu membagi waktu antara keluarga dan bisnis, dan mampu mengimbangi dinamika persaingan bisnis.

6. Bagaimana Kemampuan Modal Usaha

Hal ini meliputi, modal sendiri, pinjaman, modal kerjasama (join venture) dengan pihak lain, dan modal arisan. Jika merupakan satu-satunya pemilik modal dalam usaha artinya yaitu pemilik tunggal bisnis. Keuntungannya, bebas menentukan jalan usaha dan terbebas dari beban-beban yang muncul dari pihak lain.

Apabila modal bisnis berasal dari pinjaman perorangan dari pihak lain atau teman ataupun dari pinjaman bank melalui kredit pinjaman modal usaha, ataupun lainnya, ini merupakan pilihan alternatif bagi yang tidak mempunyai kecukupan uang untuk membuka usaha.

Selain itu, modal kerjasama dengan pihak lain (join venture). Dalam hal usaha ini dijalankan dengan melibatkan orang lain yang berrtindak sebagai pemegang saham dengan kesepakatan batas waktu yang ditentukan.

Pada modal jenis ini dapat melakukan beberapa pilihan yang aman dan efektif melalui kerjasama usaha dengan mencari peluang dengan perusahaan lain atau mitra usaha dengan cara patungan atau kongsi.

Yang terakhir modal arisan. Sebagaimana sistem arisan yang dikenal, dengan mengumpulkan teman-teman untuk arisan untuk mendapatkan modal usaha secara bergantian.

Dalam menyiasati modal usaha, harus bisa menekan serendah mungkin kebutuhan modal usaha, dapat mengajak teman untuk patungan dalam mengurangi kebutuhan sewa tempat, bagi hasil, melakukan usaha dengan cara titip jual.

Hal tersebut untuk mengurangi kebutuhan pengeluaran modal dalam membeli barang-barang dalam jumlah besar. Selain itu, harus bisa mengatur prioritas modal dalam rangka mengalokasikan modal usahha yang dimiliki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini