Resesi di Depan Mata, Apa Upaya Jokowi Selamatkan Ekonomi RI dari Covid-19?

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 20 2257245 resesi-di-depan-mata-apa-upaya-jokowi-selamatkan-ekonomi-ri-dari-covid-19-ftUi7GEBDz.jpg Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II Minus. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II minus 5,32%. Namun ini bukan klimaks, karena kuartal selanjutnya sangat menentukan apakah perekonomian Indonesia masuk resesi atau tidak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah mewanti-wanti para menteri kabinetnya untuk fokus pada kuartal III-2020. Sebab, kata Jokowi, bila kuartal tersebut ekonomi tidak membaik, Indonesia akan berada dalam keadaan sulit.

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal II Minus 5,32%, Terburuk sejak 1999

Kepala Negara pun meminta Kementerian dan Lembaga peka terhadap aura krisis saat ini. Dirinya meminta supaya realisasi anggaran yang masih sangat minim dipercepat. Di mana dari Rp695 triliun stimulus penanganan Covid-19, baru 20% yang terealisasi atau sebesar Rp141 triliun.

Presiden Jokowi Pimpin Ratas Perencanaan Transformasi Digital

Dirinya juga memintah realisasi program relaksasi kepada koperasi dan UKM dipercepat. “Saya juga sudah perintah cepat berikan yang namanya relaksasi. Berikan yang namanya restrukturisasi kepada UKM, kepada koperasi secepat-cepatnya agar tidak kena imbas dari pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat,” katanya.

Melalui langkah tersebut, Jokowi berharap dapat mengangkat ekonomi Indonesia di kuartal III. Pasalnya, jika tidak juga membaik di kuartal tersebut kondisi kemungkinan akan semakin sulit.

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal II-2020 Minus 5,32%, Tak Kaget dan Sesuai Prediksi

“Oleh sebab itu kita berharap di kuartal III ini kita sudah harus naik lagi. Kalau enggak, enggak ngerti saya betapa akan sulit kita,” ungkapnya.

Kuartal III menjadi kunci apakah ekonomi Indonesia mengalami resesi. Sebab, dalam skenario terbaik saja, ekonomi bisa tumbuh 1% dan bisa minus 0,4%.

"Kalau negatif untuk kuartal III, mungkin masih akan negatif. Itu berarti kalau kita bisa sampai negatif, kita bisa resesi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dirinya pun akan berupaya agar resesi bisa dihindari. Pemerintah pun masih terus menggencarkan seluruh belanja-belanja agar cepat sampai ke masyarakat.

Sementara itu, Ekonom Bank BCA David Sumual, catatan pertumbuhan ekonomi ini harus membuat pemerintah menggenjot lebih banyak anggaran belanja. Tujuannya supaya daya beli masyarakat tinggi dan bisa membuat pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga mengalami postif.

"Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini harus menjadi perhatian pemerintah dikarenakan agar kuartal ketiga bisa tumbuh postif. Makanya belanja pemerintah terus didorong agar mendongkrak daya beli konsumsi masyarakat," ujar David. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini