BLT Pekerja Idealnya Rp1,2 Juta/Bulan, Ini Penjelasannya

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 320 2258997 blt-pekerja-idealnya-rp1-2-juta-bulan-ini-penjelasannya-tPM3ACBV3L.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah akan segera melaksanakan program subsidi gaji atau bantuan bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta mulai September 2020. Adapun, subsidi gaji diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan dan akan diberikan per dua bulan sekali.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira berpendapat, yang perlu digarisbawahi dari stimulus ke pekerja ini jika berpatokan satu orang pekerja menanggung tiga orang anggota keluarga dan garis kemiskinan sekitar Rp400.000 per bulan per orang, maka idealnya paling minimum nilainya Rp1,2 juta untuk subsidi gaji yang diberikan.

Baca Juga: Ini Mekanisme Penyaluran BLT untuk Pekerja Gaji Pas-pasan 

"Sehingga pekerja tadi dan keluarganya tidak jatuh di bawah garis kemiskinan. Artinya, kalau pemberian terlalu kecil itu tidak akan efektif untuk gaji di bawah Rp5 juta per bulan," ujar Bhima, Sabtu (8/8/2020).

Terkait mekanisme pendataan pekerja, Bhima menyarankan hal itu dapat dilakukan pemerintah dengan berkomunikasi langsung melalui perusahaan dan datanya harus dikonfirmasi ke BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini untuk menjamin datanya valid dan betul-betul orang bekerja sehingga bisa tepat sasaran," kata dia.

Baca juga: BLT Pekerja Cair 2 Bulan Sekali Mulai September, Rp1,2 Juta Masuk Rekening

Dia menyebut, idealnya program ini diberikan kepada pekerja sampai pandemi berakhir. Dia mencontohkan, jika Indonesia menghadapi resesi di kuartal III dan kasus positif Covid-19 masih tinggi, sebaiknya pemerintah melaksanakan program sampai-sampai ini 12 bulan.

Terkait berapa jumlah orang yang harus mendapatkan subsidi gaji, Bhima berpendapat, jumlah pekerja yang seharusnya mendapatkan program insentif ini sekitar 30-40% dari 130 juta penduduk yang bekerja atau 39-52 juta pekerja.

"Idealnya sekitar 30-40% yang bisa terangkum dalam subsidi gaji pemerintah ini, atau kalau dana pemerintah terbatas, pemerintah bisa fokus di pekerja sektor UMKM," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini