McDonald's Gugat Mantan CEO Puluhan Juta Dolar AS karena Bohong, Begini Ceritanya

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 320 2260241 mcdonald-s-gugat-mantan-ceo-puluhan-juta-dolar-as-karena-bohong-begini-ceritanya-zyWtS3EdH8.png Mantan CEO McDonalds (Foto: CNBC)

JAKARTA - McDonald's menggugat mantan Chief Executive Officer (CEO) Steve Easterbrook mengembalikan uang pesangon dan tunjangan puluhan juta dolar AS karena diduga melakukan penipuan dan berbohong selama penyelidikan mengenai kasus hubungan seksual dengan tiga karyawannya.

Sejak November tahun lalu, dewan direksi McDonald's telah memberhentikan Easterbrook karena memiliki hubungan suka sama suka dengan seorang karyawan karena melanggar kebijakan perusahaan. Posisi Easterbrook saat ini sudah digantikan dengan Chris Kempczinski.

"McDonald's tidak mentolerir perilaku dari karyawan mana pun yang tidak mencerminkan nilai-nilai kita," tulis Kempczinski dalam sebuah surat kepada sistem McDonald's tentang gugatan tersebut seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga: CEO McDonald's Dipecat karena Ada 'Apa-Apa' dengan Karyawan 

McDonald's mengungkapkan informasi baru tentang tindakan Easterbrook yang terungkap pada bulan Juli sehingga mendorong penyelidikan lebih lanjut. Sebuah penyelidikan diduga mengungkapkan bahwa Easterbrook berbohong kepada perusahaan dan menghancurkan informasi mengenai perilakunya yang tidak pantas, termasuk melakukan hubungan seksual dengan tiga karyawan sebelum pemecatannya. Namun tidak ada satu pun karyawan yang disebutkan namanya.

Sebelumnya, Easterbrook memberi tahu penyelidik pada bulan Oktober bahwa dia hanya memiliki satu hubungan dengan seorang karyawan.

Baca Juga: Banyak Skandal, Ini Daftar 10 Perusahaan dengan Reputasi Terburuk di Amerika 

Bukti baru ditemukan termasuk lusinan foto dan video wanita telanjang atau eksplisit secara seksual termasuk gambar karyawan wanita yang diambil pada akhir 2018 atau awal 2019 dan dikirim sebagai lampiran dari akun email perusahaannya ke email pribadinya, menurut gugatan tersebut. Easterbrook diduga menghapus foto dan email itu dari ponselnya sebelum digeledah oleh penyelidik luar.

Easterbrook menyetujui hibah saham senilai ratusan ribu dolar yang akan diberikan kepada salah satu korban. Adanya hubungan keduanya yang membuat penyelidikan pada bulan Juli kemarin.

Dewan direksi mengatakan tidak akan menandatanagi perjanjiian pemisahan dengan Easterbrook jika dirinya diketahui benar mengenai perilaku menyimpang ini.

McDonald's menggugat Easterbrook di pengadilan negara bagian Delaware untuk menyelesaikan kompensasi dan pesangon yang diterima dirinya sebagai bagian dari perjanjian pemisahan. McDonald's mengatakan juga telah mengambil tindakan untuk mencegahnya menjalankan opsi menjual saham apa pun dari imbalan ekuitas yang beredar.

Pada saat pemecatan Easterbrook, sebagai syarat perjanjian pemisahannya, dia menulis email kepada karyawan yang mengatakan bahwa hubungan itu adalah kesalahan.

Perjanjian tersebut juga mencakup pesangon selama 26 minggu. Pada tahun 2018, Easterbrook memperoleh kompensasi USD15,9 juta termasuk gaji pokok USD1,3 juta. Dia memenuhi syarat untuk pembayaran prorata karena mencapai target kinerja 2019. Equilar, yang melacak kompensasi eksekutif, memperkirakan bahwa paket pesangonnya bernilai hampir USD42 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini