Indonesia Terancam Resesi, Sinyalnya Ekonomi Minus 5,32% Terburuk sejak 1999

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 20 2261071 indonesia-terancam-resesi-sinyalnya-ekonomi-minus-5-32-terburuk-sejak-1999-aw2QQgYlli.jpeg Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I. Kala itu, ekonomi Indonesia minus 6,13%.

Baca Juga: Kerja Keras dalam 3 Bulan, Presiden Jokowi: Supaya Ekonomi RI Tak Resesi 

"Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%," kata Suhariyanto saat mengumumkan rilis pertumbuhan ekonomi melalui telekonferensi virtual, dikutip Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, pemerintah akan bekerja keras dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga. Hal ini dilakukan agar Indonesia tidak masuk jurang resesi yang dialami beberapa negara lainnya. Sebab Indonesia bisa disebut resesi jika pertumbuhan ekonomi negatif secara dua kuartal berturut-turut.

Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Presiden Jokowi: Hati-Hati

"Saat ini pemerintah terus bergandeng tangan dalam memulihkan ekonomi di kuartal ketiga. Saya optimis Indonesia bisa pulih di kuartal ketiga dengan berbagai stimulus yang diberikan," jelasnya.

Dia pun mengatakan semua pulau di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi. Di antaranya pulau Jawa dan Sumatera yang menyumbang pertumbuhan ekonomi yang negatif.

 

"Jawa dan Sumatera memberikan kontribusi terbesar ekonomi yang mana semuanya minus di seluruh pulau, Jawa yang paling tinggi minusnya yang mencapai 6,69%," katanya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini